Kenali Fakta Chiropractic yang Sedang Viral

Belakangan ini sedang viral di media sosial TikTok mengenai ahli pijit chiropactic yang bisa mengatasi sakit tulang belakang. Tapi tahukah kamu soal chiropactic itu?

Chiropractor atau ahli chiropractic merupakan ahli medis terlatih untuk mengobati gangguan pada tulang, saraf, otot, dan ligamen. Namun demikian, seorang chiropractor lebih dikenal akan kemampuannya untuk mengobati sakit leher dan punggung serta terbiasa mengatasi kondisi tulang dan jaringan lunak.

Mempelajari Chiropractic

Walaupun lulus dengan gelar chiropractic, namun seorang chiropractor bukanlah dokter medis. Mereka mendapatkan gelar sarjana dengan mengambil mata kuliah sains seperti kimia, biologi, fisika, dan psikologi lalu melanjutkan program chiropractic selama 4 tahun yang meliputi kelas dan praktik langsung.

Untuk beberapa chiropractor, mereka memilih mengkhususkan diri pada bidang tertentu sehingga melakukan residensi tambahan yang berlangsung sekitar 2-3 tahun. Terdapat lebih dari 100 metode chiropactic yang berbeda dan memiliki keunggulan masing-masing.

Baca juga: 5 Minuman Sehat Untuk Mengawali Hari Sebelum Berangkat Kerja

Photo by Ryan Snaadt on Unsplash

Pengobatan Chiropractic

Kamu bisa mengkonsultasikan masalah kesehatan tulang dengan seorang Chiropractor yang meliputi:

  • Otot
  • Tendon
  • Ligamen
  • Tulang
  • Tulang Rawan
  • Sistem Saraf

Selama proses terapi, chiropractor akan melakukan metode manipulasi dengan menggunakan tangan mereka sendiri atau peralatan kecil. Manipulasi tersebut berguna untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan seperti:

  • Sakit leher
  • Sakit punggung
  • Nyeri panggul
  • Nyeri lengan dan bahu
  • Nyeri kaki dan pinggul

Selain mengatasi sakit tulang yang sering dikeluhkan oleh orang dewasa, chiropractor juga bisa mengatasi sakit sembelit, refluks asam, hingga kolik pada bayi. Bahkan wanita hamil juga bisa mendapat manfaat dari terapi chiropractic menjelang waktu melahirkan. Chiropractor yang memiliki spesialisasi dalam teknik Webster bisa membantu bayi untuk bisa dalam keadaan normal (kepala di bawah) untuk persalinan normal.

Apakah Terapi Chiropractic?

Sama halnya dengan terapi lain, terapi chiropractic juga memiliki risiko berupa efek samping yang mungkin dirasakan setelah sesi terapi, seperti ketidaknyamanan pada area yang dirawat, kelelahan, dan sakit kepala. Untuk kasus yang jarang terjadi, pasien mungkin mengalami komprensi saraf hingga stroke yang merupakan komplikasi langka namun serius yang bisa terjadi setelah manipulasi leher.

World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk orang-orang dengan kriteria sebagai berikut untuk tidak melakukan terapi chiropractic:

  1. Penyakit tulang dan infeksi
  2. Patah tulang
  3. Sendi yang meradang
  4. Beberapa masalah sirkulasi
  5. Infeksi pada sistem saraf

Baca juga: Rutin Bangun Pagi Bikin Mood Semakin Bahagia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Makan Hemat dengan Tukar Poin GRES di Digiresto

Halo, Sahabat SiCepat! Yuk, tukar poin GRES kamu dengan e-voucher untuk pesan makanan di Digiresto! Kamu akan mendapatkan ektsra...

Aksi Karyawan SiCepat Antar Korban Kecelakaan dengan Mobil Ekspedisi

SiCepat Ekspres melalui Tim HRD memberikan apresiasi dan uang tunai kepada Indra Kurniawan, karyawan yang bekerja sebagai petugas keamanan...

Tips Mendapatkan Pinjaman Modal Awal Usaha

Permasalahan modal awal kerap kali sering dihadapi oleh setiap orang yang akan pertama kali membuka bisnisnya, terlebih untuk mendapatkan...
Exit mobile version