Saturday, December 4, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

E-Commerce Picu Bisnis Sewa Pergudangan Semakin Meningkat

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mewabahnya virus covid-19 di Indonesia membuat berbagai aktivitas masyarakat terhambat dan tidak bisa beraktivitas di luar rumah dengan bebas. Oleh karena itu, kondisi berdampak pada angka aktivitas belanja online yang semakin meningkat karena masyarakat tak bisa memenuhi kebutuhannya seperti biasa dengan pergi ke supermarket. E-commerce menjadi platform yang sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Meningkatnya aktivitas belanja online di e-commerce ini juga berpengaruh kepada meningkatnya aktivitas sewa pergudangan. Salah satu sektor yang permintaannya terhadap sewa pergudangan mengalami kenaikan adalah perdagangan eletronik.

Sekretaris Perusahaan PT Mega Menunggal Property Khrisna Daswara mengatakan bahwa wabah virus corona yang melanda Tanah Air ini tidak terlalu berdampak signifikan pada perusahaan. “Dampak wabah virus corona belum terlalu berpengaruh pada perseroan, karena pendapatan dihasilkan dari kontrak jangka panjang dengan existing tenant” ujarnya.

Menurut Khrisna, ke depannya dampak dapat lebih terasa pada pergeseran permintaan akan pergudangan. Menurutnya, sejumlah subsector diproyeksi mengalami sentiment negative dalam permintaan.

“Sektor-sektor seprrti otomotif akan memiliki dampak yang negative terhdap permintaan, namun sektor e-commerce dan logistic pendukungnya justru mengalami peningkatan,” kata Khrisna.

Mega Manunggal Property saat ini memiliki 9 gudang yang beroperasi di Jabodetabek dengan standar internasional. Tahun lalu, pendapatan perusahaan berkode saham MMLP itu tumbuh 11,6 persen dari Rp299,2 miliar pada 2018 menjadi sebesar Rp334,0 miliar.

Saat ini, MMLP memiliki lima proyek yang sedang berjalan di antaranya Lazada Fase II yang 18.000 meter persegi (m2) diserahterimakan pada Februari 2020.

Kemudian, DS3 dari total target luas area sewa atau net leasable area (NLA) 67.000 m2, telah menyelesaikan tahap pertama sebesar 20.000 m2 pada 2019 dan tahap kedua serta ketiga akan diserahkan pada 2020.

Lalu, gudang Jababeka Cikarang yang dibangun di tanah seluas 5 hektare dengan perkiraan NLA 30.000 m2, yang siap pada Maret 2020. Proyek Pondok Ungu yang merupakan gudang double decker di Bekasi dengan perkiraan NLA 54.000 meter persegi yang diperkirakan usai pada 2021.

Terakhir, proyek di Manyar, Jawa Timur dengan perkiraan NLA 60.000 meter persegi. Penyelesaian akan dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama NLA 13.000 meter persegi.

Permintaan sewa juga dialami oleh Rentfix.com, perusahaan marketplace properti, yang mencatatkan adanya lonjakan permintaan dari segmen sewa pergudangan.

Direktur Rentfix Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa di tiga bulan pertama tersebut permintaan Rentfix Inventory alias pergudangan lebih tinggi dari pada kategori lainnya seperti Rentfix Stay atau tempat tinggal.

Khrisna menyampaikan bahwa selama wabah covid19 ini berlangsung, ada permintaan yang lebih banyak untuk sewa di tipe pergudangan seiring dengan adanya kenaikan permintaan di ritel online.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Meriahkan Natal dengan Inspirasi Outfit Ini!

Perayaan natal identik dengan warna merah. Persiapan pohon natal, ornamen, dan hiasan rumah tak luput dari perhatian setiap tahunnya....

Adu Eksis dengan Christmas Tiktok Dance Challenge

Halo, Sahabat SiCepat! Kabar baik datang dari SiCepat untuk kamu dan teman-teman yang menyukai tiktok dance. SiCepat mengadakan event...

Intip Manfaat Copywriting untuk Boost Sales Produk

Sudah mengenal copywriting? Copywriting merupakan suatu metode pembuatan materi dengan tujuan untuk menarik audiens agar melakukan hal yang kita...

Populer Artikel