Tuesday, January 18, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Infrastruktur Digenjot, Bisnis Logistik Tumbuh 10%

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pembangunan infrastruktur hingga kini masih digencarkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memicu pertumbuhan angkutan logistic. Pembangunan tersebut salah satunya adalah di sector transportasi darat berbasis jalan. Dilansir dari Finance Detik, Zaldi Ilham Masita selaku Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengatakan bahwa bisnis logistic tahun ini diperkirakan akan tumbuh sekitar 10% dibandingkan dengan tahun lalu. Kemudian, bisnis logistic di 2020 juga akan meningkat sekitar 8-9% di mana angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana, Ariel Wibisono menyatakan bahwa prospek bisnis angkutan darat masih sangat menjajikan untuk ke depannya karena ditopang masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar. Pemerintah juga telah emrampungkan pembangunan tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Probolinggo sepanjang 969 kilometer (km). Fasilitas ini tentunya akan mempermudah dan mempercepat arus perngiriman barang.

Selain didukung oleh infrastruktur tersebut, pasar e-commerce juga masih prospektif dengan adanya pertumbuhan konsumsi ritel hingga 5-6% per tahun. Khusus untuk wilayah Jawa, Ariel mengatakan bahwa omzet bisnis pengangkutan dengan truk tahun ini diprediksi akan mencapai Rp 1 triliun. Bahkan tahun depan jumlahnya diprediksi akan naik 50% menjadi Rp 1,5 triliun. Tren ini akan terus berlanjut hingga empat tahun berikutnya.

Disamping itu, disinggung juga mengenai kebijakan penempatan jembatan timbang di mana jembatan timbang sebaiknya ditempatkan langsung di pintu keluar masuk area industri sebagai tempat yang padat lalu lintas barang. Dengan begitu, aturan dan regulasi pemerintah yang mengatur tentang pembatasan berat dapat tersampaikan ke pemangku kepentingan, industri penghasil serta industri pemilik barang.

Klasifikasi ini juga dipetakan lagi seperti layaknya container, yakni jenis kargo umum dan kargo khusus. Tujuannya tentu saja agar kapasitas dan berat bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam mengelompokkan jenis barang, termasuk pengawasan dan pengaturan di jembatan timbang.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Tips Travel Hemat pakai Poin GRES

Halo, Sahabat Sicepat! Kamu seorang traveler dan suka mencari harga hemat untuk transportasi saat travel nanti? Sekarang kamu bisa...

Tempat Makan Hits di Kemang, Aesthetic a la Jaksel

Siapa yang tidak tahu Kemang? Salah satu wilayah di Jakarta Selatan ini sudah menjadi tolak ukur anak muda untuk...

Tanaman Hoki untuk Rumah Menurut Feng Shui

Pandemi Covid-19 semakin meningkatkan tren tanaman hias semakin meningkat. Aktivitas ini tentunya dilakukan masyarakat untuk dapat tetap beraktivitas meskipun...

Populer Artikel