Wednesday, September 22, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemenkes Tunda Distribusi Vaksin AstraZeneca

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan untuk menunda pendistribusian vaksin COVID-19, AstraZeneca di Indonesia. Penundaan menyusul laporan vaksin AstraZeneca yang ditangguhkan di beberapa negara Eropa. 

Melansir republica.co.id, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi pada Senin (15/3/2021) mengatakan, “Kami menunda untuk mendistribusikannya karena menunggu informasi lebih lanjut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).” Ia juga menambahkan, bahwa Kemenkes menantikan kajian data dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Itagi) sebelum memberikan vaksin ini. 

Penggunaan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca ditangguhkan di beberapa negara Eropa, berkaitan dengan adanya laporan pembekuan darah pada beberapa orang yang telah disuntik dengan vaksin tersebut. 

Photo by Polina Tankilevitch (Pexels.com)

Melansir kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penggunaan vaksin COVID-19, AstraZeneca ditunda sementara karena pihaknya masih menunggu penelitian dari organisasi kesehatan dunia (WHO). “Sampai saat ini berita yang kami terima dari WHO, masih meneliti. Kita juga terima dari MHRA, BPOM-nya UK, dan EMA, European Medical Authority belum mengkonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak,” ungkap Budi dalam Rapat Kerja di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (15/3/2021).

Namun, Budi menyatakan bahwa informasi yang ia terima, sejauh ini pembekuan darah tidak disebabkan oleh vaksin AstraZeneca. Lain hal, Kemenkes dan BPOM menunda sementara penggunaannya. “Untuk konservativismenya, BPOM menunda terlebih dahulu implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO. Mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat keluar, karena memang betul yang AstraZeneca ini ada expired period di akhir Mei,” ujar Budi. 

Selain menunggu WHO dan BPOM, Budi juga mengatakan, pihaknya tengah menunggu fatwa halal vaksin AstraZeneca dari Majelis Ulama Indonesia. “MUI harusnya ada rapat besok atau lusa, sehingga fatwanya bisa dikeluarkan dalam dua hari ke depan ini,” ungkap Budi. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Indonesia Pasti Bisa Buka Sentra Vaksinasi 2.500 Dosis di Kota Semarang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka sentra vaksinasi di Mall Tentrem, Semarang pada 20-21 September...

Indonesia Pasti Bisa Salurkan Obat Remdesivir Ke dr. Gunawan

Indonesia Pasti Bisa mendapatkan donasi berupa obat Covid-19, yaitu Remdesivir dari salah satu donatur. Obat Covid-19 Remdesivir ini langsung...

SiCepat Ekspres Raih 2 Penghargaan Dalam Ajang OMNI Brands Award 2021.

SiCepat Ekspres berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang OMNI Brands Award 2021 yang diselenggarakan oleh Marketeers. SiCepat Ekspres...

Populer Artikel