Tuesday, September 28, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengenal BlueDot, Start Up Pertama Pendeteksi Virus Corona

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kejadian luar biasa Virus Corona sempat menjadi pusat perhatian bagi beberapa negara di seluruh dunia. Pasalnya, kini terhitung sudah ada 25 negara yang positif memiliki pasien yang terinfeksi virus ini. Hampir serupa dengan virus flu burung yang sempat menggemborkan dunia beberapa tahun lalu, Virus Corona ini pun sama-sama berasal dari negara Tiongkok dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

WHO sebagai organisasi kesehatan tingkat dunia mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa virus ini dapat mengancam kesehatan manusia sejak 9 Januari 2020 lalu. Dilansir dari Liputan6, Sebanyak 11.944 (termasuk 11.822 di China, Hong Kong dan Makau) mengkonfirmasi kasus infeksi coronavirus baru termasuk 259 kematian telah dilaporkan di seluruh dunia pada 1 Februari 2020.

WHO sendiri menyebutkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona ini awalnya berasal dari paparan pedagang terhadap hewan hidup di Pasar Makanan Laut Huanan, Wuhan, China. Namun ternyata, sebelum WHO mendeklarasikan tentang penyakit Virus Corona ini, sebuah start up asal Kanada bernama BlueDot sudah mendeteksi penyebaran virus berbahaya ini lebih dahulu menggunakan teknologi AI miliknya sejak 31 Desember 2019 lalu.

Dikutip dari berbagai sumber berita, BlueDot menggunakan sebuah algoritma dari teknologi Artificial Intellegence (AI) miliknya yang memiliki kemampuan untuk membaca berita-berita berbahasa asing menemukan jaringan penyakit hewan-tumbuhan, dan pengumuman resmi untuk memberikan peringatan terlebih dahulu kepada kliennya untuk menghindari zona berbahaya seperti Wuhan, China.

CEO BlueDot, Kamran Khan mengatakan bahwa perusahaan miliknya menggunakan sumber data global seperti beberapa berita mengenai wabah-wabah awal Virus Corona atau beberapa forum blog yang membahas mengenai hal tersebut. Dari data global tersebut, sistem algoritma yang dimiliki oleh BlueDot akan mendeteksi kemana dan kapan warga yang terinfeksi virus tersebut berada.

BlueDot sempat memprediksikan Desember 2019 lalu bahwa virus ini akan menyebar ke beberapa negara di Asia seperti Bangkok, Seoul, Taipei, dan Tokyo. Ternyata, prediksi tersebut benar adanya dan Virus Corona kini telah menyebar ke kurang lebih 25 negara di dunia.

BlueDot merupakan sebuah perusahaan start-up yang dibangun oleh Kamran Khan, seorang dokter spesialis penyakit menular di Rumah Sakit di Toronto, Kanada, AS. Saat virus SARS menggemparkan dunia di pertengahan tahun 2003 lalu, 44 orang dinyatakan meninggal dunia karena terinfeksi virus SARS di Kanada, Amerika Serikat. Dari kejadian tersebut, sebagai seorang dokter Khan merasa bahwa dirinya bertanggung jawab untuk mencegah menyebarnya virus tersebut.

Tak ingin kejadian yang sama terulang lagi, Kamran Khan meluncurkan sebuah perusahaan dengan nama BlueDot pada tahun 2014 setelah melakukan beberapa pengujian terhadap program prediktif buatannya untuk mendeteksi penyebaran penyakit. Dengan pendanaan awal sebesar US $9,4 juta, kini BlueDot memiliki 40 orang karyawan yang terdiri dari dokter dan juga programmer.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Meditasi Menenangkan Pikiran Untuk Pemula

Meditasi bisa dipelajari oleh setiap orang. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran dan merupakan kegiatan untuk melatih fokus pikiran agar...

Pengaruh Hipertensi Terhadap Vaksin Covid-19

Hipertensi menjadi salah satu kondisi yang harus diperhatikan oleh seseorang yang hendak melakukan vaksinasi Covid-19. Bagi pengidap penyakit hipertensi,...

Hati-hati Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi atau high heels memiliki beragam model yang menarik. Sepatu hak tinggi dipercaya dapat memberikan kesan yang...

Populer Artikel