Sunday, October 17, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mitos Tentang Vaksin Corona Harus Ditepis

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mitos tentang vaksin Corona masih tersebar di masyarakat. Terlebih lagi penggunaan media sosial yang tinggi, mempercepat penyebaran mitos dan berita palsu mengenai vaksin sehingga membuat beberapa masyarakat takut dan enggan untuk divaksinasi. Beredarnya mitos-mitos mengenai vaksin di masyarakat perlu diklarifikasi oleh para ahli, guna memberikan pemahaman dan fakta yang benar kepada masyarakat. 

Perlu diketahui, sejak awal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengawal langsung dan memastikan keamanan, serta kemanjuran vaksin Corona sebelum digunakan masyarakat. Pelaksanaan uji klinis ini memenuhi aspek ilmiah dan menjunjung tinggi etika penelitian sesuai pedoman cara uji klinis yang baik. 

Photo by Artem Podrez (Pexels.com)

Melansir covid19.go.id, Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan “mitos seputar vaksin cukup banyak, masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar. Hal yang tidak masuk akal harus kita tinggalkan. Terutama harus hati-hati untuk membagikannya dengan orang lain,” tuturnya pada acara Dialog Produktif bertema Keamanan Vaksin dan Menjawab Mitos dengan Fakta, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)

Vaksin merupakan cara yang efektif dan efisien dalam mencegah infeksi penyakit tertentu. Vaksin telah terbukti mampu mencegah banyak penyakit, seperti BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, HPV. Prof. Cissy Kartasasmita juga menjelaskan apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang maka akan timbul imunitas populasi atau yang dikenal sebagai herd immunity. Hal ini akan melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin, seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun. 

Jika terus terjadi penolakan yang luas terhadap vaksin COVID-19, maka akan menghambat terciptanya kekebalan kelompok tersebut. Minimal cakupan vaksin COVID-19 mencapai 70 persen dari jumlah populasi. Mari kita ikuti vaksin COVID-19 sesuai dengan imbauan pemerintah. Jangan lupa untuk tetap terus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. 

Untuk mengetahui fakta seputar vaksin Corona, baca artikel di tautan ini!

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Tips Memiliki Mental Baja Agar Menjadi Pebisnis Sukses

Mengawali bisnis pasti ada saja tantangan dan kesulitan yang kamu alami. Terkadang rasanya ingin menyerah saja, tetapi tentunya tidak...

Sicepat Ekspres Berikan Bantuan Perahu Karet ke BPBD Kabupaten Bekasi Untuk Antisipasi Bencana Banjir

SiCepat Ekspres melalui kegiatan CSR SiCepat Peduli menyalurkan bantuan berupa perahu karet ke BPBD Kabupaten Bekasi pada hari Jumat, 8 Oktober...

PeduliLindungi kini dapat diakses melalui Chatbot WhatsApp

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dibuat pemerintah dengan tujuan membantu pelacakan dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Aplikasi ini memerlukan peran masyarakat...

Populer Artikel