Saturday, December 4, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pesona Pay later yang Membuat Milenial Terlena

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Membahas tentang Pay later, tentu kata ini tidak asing bagi Anda, khususnya para generasi milenial yang dalam kesehariannya erat dengan berbagai jenis aplikasi e-commerce baik belanja online maupun ticketing dan booking hotel.

Pay later merupakan layanan pinjaman online tanpa kartu kredit yang memungkinkan konsumen membayar suatu transaksi di kemudian hari, baik dengan sekali bayar atau dengan mencicil. Fasilitas pinjaman ini juga sering disebut dengan istilah credit limit. Fasilitas membayar kemudian ini menyasar mereka yang ingin beli produk atau jasa, namun tak mampu membayar secara tunai.

Sedikit berbeda dengan pinjaman dari aplikasi fintech P2P lending kebanyakan yang menyediakan pinjaman dalam bentuk uang tunai, maka pay later hanya menyediakan pinjaman untuk pembayaran suatu barang dan jasa. Alias, peminjam tidak bisa menguangkan atau gesek tunai pinjaman yang diakses melalui pay later.

sumber gambar: alinea.id

Karena kemudahan yang ditawarkannya tersebut, banyak masyarakat khususnya generasi milenial yang dekat dengan fasilitas fintech-fintech seperti ini menjadi tergoda, bahkan hingga kecanduan menggunakannya. Padahal, fasilitas pay later seperti ini sebetulnya tidak ada bedanya dengan sistem utang.

Agar pay later terkesan berbeda dengan utang konvensional, perancang fasilitas bayar belakangan ini juga melakukan beberapa modifikasi. Bentuk modifikasi paling umum yang sekaligus menjadi resiko pay later adalah:

Besaran bunga tak dicantumkan secara jelas

Meski awalnya disebut berbeda dengan pinjaman online, bukan berarti pay later benar-benar bebas bunga. Karena, bunga dalam fasilitas pay later ini sudah tercermin dalam komponen harga. Itu sebabnya, banderol harga untuk transaksi pay later biasanya lebih tinggi dibandingkan harga untuk transaksi tunai. Jika ditelisik, harga barang atau jasa yang dikenakan untuk opsi pay later ini setara dengan bunga mulai dari 2,9% per bulan. Besaran bunga ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan pinjaman menggunakan kartu kredit pad umumnya, hanya saja prosedur paylater lebih simpel dan mudah.

Syarat pengajuan sangat mudah

Jebakan pay later selanjutnya ialah syarat yang mudah. Misalnya, usia calon pengguna fasilitas pay later bisa sampai 70 tahun, atau lebih panjang dari syarat usia maksimal calon nasabah kartu kredit yang umumnya hanya sampai 55 tahun. Kelonggaran lain seperti dalam dokumen yang harus diserahkan. Calon pengguna pay later umumnya hanya harus mengisi formulir dan mencantumkan beberapa dokumen seperti foto KTP dengan kamera ponsel, dokumen pendukung seperti BPJS, KK, SIM, kemudian mengambil foto selfie dengan kamera ponsel sambil menggenggam KTP. Beberapa sistem pay later mensyaratkan penghasilan minimal Rp3 juta dan harus mencantumkan slip gaji.

Tak melihat riwayat sebagai debitur

Tak seperti pinjaman pada umumnya, pendaftaran pay later tak perlu mencantumkan riwayat utang calon pendaftaran sebelumnya. Karena syarat inilah, banyak pengguna yang tergoda dengan syarat pendaftaran yang mudah untuk pengajuan pinjaman.

Jangan sampai menunggak

Yang perlu Anda ingat, jika Anda mangkir dari cicilan pay later, maka risiko yang Anda hadapi sebetulnya hampir sama dengan risiko jika gagal bayar utang kartu kredit dan utang perbankan lainnya. Pertama, layanan penyedia pay later akan membekukan akun Anda jika tidak bayar tagihan maksimal tiga hari setelah jatuh tempo. Kedua, Anda tidak lagi bisa menggunakan metode pembayaran pay later di situs tersebut, kecuali untuk membayar tagihan. Ketiga, penyedia layanan pay later bisa menempuh jalur hukum. Keempat, ini akan mempengaruhi credit scoring Anda.

Denda yang akan terakumulasi

Bahaya pay later selanjutnya ialah denda yang bisa terakumulasi. Serupa dengan fasilitas kredit perbankan, pay later juga mengenakan denda jika peminjam menunggak. Denda yang dikenakan umumnya 0,1% per hari. Angka ini tetap lebih ringan dari denda utang perbankan pada umumnya. Meski demikian, jika Anda terus menunda membayarnya, maka denda ini akan menggulung dan menjadi bencana finansial bagi keuangan Anda.

sumber gambar: yougov

Untuk menghidari diri dari godaan penggunaan pay later yang bisa saja menjadi bencana finansial Anda di masa depan, berikut ada beberapa tips bijak dalam menggunakan fasilitas pay later:

  1. Barang atau jasa yang akan dibeli dengan fasilitas pay later benar-benar Anda butuhkan
  2. Harga yang ditawarkan untuk pembelian dengan memanfaatkan fasilitas pay later tidak berbeda dengan harga yang ditawarkan untuk pembelian dengan pembayaran tunai.
  3. Cicilan yang harus Anda bayar tidak melampaui beban pengeluaran rutin yang bisa Anda tanggung setiap bulannya.
  4. Cermat dan hati-hati saat memutuskan memakai pay later. Karena, fitur tersebut memiliki konsekuensi yang tak berbeda dengan utang konvensional.
  5. Jangan gampang terlena dengan tawaran pay later yang penuh dengan bahasa merdu.
spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Meriahkan Natal dengan Inspirasi Outfit Ini!

Perayaan natal identik dengan warna merah. Persiapan pohon natal, ornamen, dan hiasan rumah tak luput dari perhatian setiap tahunnya....

Adu Eksis dengan Christmas Tiktok Dance Challenge

Halo, Sahabat SiCepat! Kabar baik datang dari SiCepat untuk kamu dan teman-teman yang menyukai tiktok dance. SiCepat mengadakan event...

Intip Manfaat Copywriting untuk Boost Sales Produk

Sudah mengenal copywriting? Copywriting merupakan suatu metode pembuatan materi dengan tujuan untuk menarik audiens agar melakukan hal yang kita...

Populer Artikel