Sunday, May 22, 2022
31.8 C
Jakarta
More
    HomeHobi dan KomunitasHobiSalurkan Jiwa Sosial Lewat Berbagi Membantu Sesama

    Salurkan Jiwa Sosial Lewat Berbagi Membantu Sesama

    Saling berbagi dan menebar manfaat kepada sesama sejatinya adalah kewajiban setiap manusia. Berbagi tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Justru, lewat berbagi seseorang akan lebih bersyukur atas keadaan yang ia miliki saat ini dan bisa lebih menghargai apa yang telah dimilikinya.

    Seperti yang dilakukan oleh salah satu karyawan SiCepat Ekspres, Daniri (Sales Social Commerce) yang bisa dibilang memiliki jiwa sosial tinggi dan antusias untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Jiwa sosial dan ketertarikannya akan kegiatan sosial tersebut lahir dan tumbuh secara otomatis tanpa disadari oleh Daniri. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh latar belakang lingkungan dimana ia tinggal dan tumbuh dari kecil hingga sekarang.

    Daniri saat melakukan kegiatan Jumat Berkah Sicepat dengan membagikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Pengalamannya belajar di tempat yang kurang layak tersebut membuat dirinya merasa tergugah. Sehingga, seiring berjalannya waktu, Daniri kecil yang dulu belajar perlahan-lahan mulai membagikan ilmunya dengan mengajar untuk teman-teman di lingkungannya. Kemudian, dirinya tergabung dalam sebuah Yayasan yakni Yayasan Rumpun Anak Pesisir yang menginisiasi adanya sekolah kandang ayam tersebut di lingkungannya. Sejak saat itulah, dirinya antusias untuk membagikan ilmunya dengan mengajar, serta melakukan kegiatan sosial lain khususnya dalam bidang pendidikan.

    Tak hanya aktif mengajar namun juga menjadi pengurus di Yayasan Rumpun Anak Pesisir. Daniri menjabat sebagai ketua divisi Perlindungan Anak dan Perempuan. Dengan perannya tersebut, Daniri sangat fokus untuk melindungi hak-hak anak untuk bisa mendapat pendidikan yang layak dan melindungi mereka dari bahaya Traficking yang hingga saat ini masih sangat rawan terjadi di daerah tempat ia tinggal.

    Daniri saat mengajar anak-anak di Yayasan Rumpun Anak Pesisir

    Karena aktivitasnya ini juga, di tahun 2010 lalu Daniri berkesempatan untuk menjadi salah satu peserta di acara National Young Leader Forum dan aktif berkampanye “Hentikan Kekerasan Terhadap Anak” serta beberapa kali menghadiri undangan Menteri dan pejabat terkait yang fokus membahas masalah perlindungan hak anak dan pendidikan.

    Daniri berpendapat, pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi anak di masa sekarang. Jika ingin hidup layak, setidaknya kita harus mengenyam bangku sekolah. Hanya bisa membaca dan menulis tidak bisa dibilang cukup. Karena sejatinya, kehidupan di luar sana sangatlah berbahaya, sehingga diperlukan ilmu, pengalaman, dan mental yang kuat untuk bisa bertahan.

    Daniri saat mengajar anak-anak di Yayasan Rumpun Anak Pesisir

    Selain Daniri merupakan seorang karyawan di SiCepat Ekspres, ia selalu mengusahakan keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai pengurus Yayasan.

    “SiCepat bahkan seringkali mengajak saya ketika ada kegiatan sosial di kantor. Karena mereka tahu, bahwa saya sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Seperti misalnya Jumat berkah, atau donasi saat ada bencana banjir di Jakarta. SiCepat menurut saya salah satu tempat bekerja yang sangat aware terhadap potensi dan minat para karyawannya. Sehingga, tidak hanya bekerja, saya juga bisa mengembangkan diri melalui kegiatan saya suka, seperti kegiatan sosial.”.

    Daniri berharap kecintaannya terhadap kegiatan sosial ini bisa membuat teman-teman bahkan masyarakat di sekitarnya bisa merasa terbantu. Meski tidak banyak hal yang dilakukan, melalui aksi kecil seperti berbagi ilmu dan pengalaman semoga bisa bermanfaat bagi sesama.

    Titis Wasilia
    Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.

    Subscribe berita terbaru dari blog Sahabat SiCepat

    Stay Connected

    88,466FansLike
    41,800FollowersFollow
    54,500FollowersFollow
    31,300FollowersFollow

    Recent Comments