Wednesday, September 22, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sama-sama Mobil Listrik, Ini Bedanya BEV, HEV, dan PHEV

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tren mobil listrik yang sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia demi lingkungan yang lebih sehat bebas emisi menjadikan beberapa pabrikan mobil mulai memasarkan berbagai jenis mobil listrik untuk masyarakat Indonesia. Kendaraan listrik pun memiliki beberapa jenis sesuai dengan mesinnya seperti BEV, HEV, dan PHEV. Katiganya sama-sama dibekali dengan teknologi mesin listrik. Namun, apakah perbedaan mendasar dari ketiga kendaraan tersebut? Yuk disimak.

BEV (Battery Electric Vehicle)

sumber: DetikOto

Kendaraan yang dibekali dengan mesin berjenis BEV mendapat sumber tenaga sepenuhnya dari baterai saja tanpa tambahan mesin lainnya. Dengan demikian, mobil BEV sepenuhnya mengandalkan listrik sebagai sumber tenaga. Karena itu, bagi pemilik mobil berjenis BEV ini, pemilik harus benar-benar memerhatikan kapasitas baterai yang tersisa.

Di Indonesia sendiri, stasiun pengisian untuk mobil listrik belum banyak tersedia sehingga menuntut pemilik mobil BEV untuk lebih teliti agar terhindar dari mobil yang mogok karena kapasitas baterai yang sudah habis. Mobil BEV di Indonesia masih jarang digunakan sehingga kisaran harganya pun masih terbilang mahal yakni di atas Rp 500 juta hingga milyaran rupiah.

HEV (Hybrid Electric Vehicle)

sumber: zihwheels.com

 Selain BEV, ada juga mobil listrik dengan jenis mesin HEV (Hybrid Electric Vehicle). Meski di dalam namanya membawa istilah elektrik, mobil berjenis HEV ini masih mengandalkan mesin konvensional dan tidak sepenuhnya menggunakan mesin listrik.

Mesin tersebut diberi motor listrik sebagai sumber tenaga tambahan yang mengambil tenaganya dari baterai. Mobil hibrida atau hybrid tidak membutuhkan stasiun pengecasan. Untuk pengisian baterainya, didapat dari hasil kinerja mesin dan juga pengereman. Mobil hybrid bisa mengkonsumsi bahan bakar lebih irit hingga dua kali dibanding mobil konvensional.

Mobil jenis HEV ini merupakan mobil yang sudah banyak diproduksi di Indonesia seperrti contohnya Alphard Hybrid, Corolla Altis Hybrid, Camry Hybrid dan juga Toyota C-HR. Kisaran harganya pun tidak semahal mobil bertenaga baterai full atau BEV.

PHEV (Plug In Hybrid Electric Vehicle)

sumber: mitsubihsimotors.co.id

Selanjutnya, ada mobil PHEV (Plug In Hybrid Electric Vehicle) yang mengandalkan dua jenis mesin dalam satu kendaraan yakni mesin konvensional dan juga mesin listrik. Dengan perpaduan dua mesin ini, kendaraan berjenis PHEV bisa berjalan baik menggunakan tenaga baterai maupun BBm dan pastinya lebih irit bahan bakar karena kemampuannya tersebut.

Mobil jenis ini membutuhkan daya listrik dengan cara mengecas baterainya di stasiun pengisian listrik umum atau bisa juga menggunakan listrik rumah tangga. Masih sangat jarang di Indonesia, harga mobil bermesin PHEV ini masih tergolong sangat mahal. Sebagai contoh, Mitsubishi Outlander PHEV merupakan salah satu mobil PHEV yang ada di Indonesia dan dijual dengan kisaran harga Rp 1 milyar.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Indonesia Pasti Bisa Buka Sentra Vaksinasi 2.500 Dosis di Kota Semarang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka sentra vaksinasi di Mall Tentrem, Semarang pada 20-21 September...

Indonesia Pasti Bisa Salurkan Obat Remdesivir Ke dr. Gunawan

Indonesia Pasti Bisa mendapatkan donasi berupa obat Covid-19, yaitu Remdesivir dari salah satu donatur. Obat Covid-19 Remdesivir ini langsung...

SiCepat Ekspres Raih 2 Penghargaan Dalam Ajang OMNI Brands Award 2021.

SiCepat Ekspres berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang OMNI Brands Award 2021 yang diselenggarakan oleh Marketeers. SiCepat Ekspres...

Populer Artikel