Wednesday, October 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tren Thrifting yang Diminati Kaum Milenial

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sejumlah kaum millennial tengah menggandrungi tren membeli pakaian bekas yang dijual kembali di pasar. Hal ini dikenal dengan sebutan thrifting. Thrifting dilakukan dengan cara membeli barang bekas yang masih layak pakai. Biasanya aktivitas ini dilakukan guna menghemat pengeluaran dan membantu ekologi dengan mengurangi limbah tekstil. Beberapa peluang bisnis thrifting juga terbuka lebar semenjak pandemi Corona. 

Photo by William Mattey (Pexels.com)

Thrift shop atau toko yang menjual barang bekas ini biasanya berada di pinggir jalan dan toko online. Tren ini diminati masyarakat milenial karena memberikan kreativitas dalam styling. Berburu pakaian atau barang bekas juga terbilang lebih seru, dan jika kamu menemukan sesuatu yang sangat pas dengan seleramu, rasanya seperti menemukan harta karun. Hal lain yang menjadi faktor diminatinya tren thrifting ini karena harganya lebih murah. Kamu bahkan bisa mendapatkan barang-barang ‘branded’ dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga tokonya. 

Perlu kamu ketahui bahwa pakaian juga dapat menjadi sumber limbah dunia yang sangat besar. Beberapa masyarakat sudah menyadari hal ini dan mereka pun akhirnya terjun ke dunia thrifting demi kondisi bumi yang lebih baik lagi. Namun, beberapa pakaian thrift yang masuk dalam kategori fast fashion dan vintage atau barang lama, memiliki nilai jual yang tinggi karena produk tersebut sangat langka. Barang bekas lain yang memiliki nilai jual tinggi juga berasal dari brand atau designer ternama. 

Photo by Kei Scampa (Pexels.com)

Dalam berburu barang-barang bekas, kamu juga perlu memahami jenis barang tersebut. Barang yang sudah lama atau bekas memiliki banyak risiko. Kita harus tahu kebersihan dalam pakaian tersebut. Untuk barang fast fashion, kamu dapat melihat dari bahan yang digunakan dan materialnya. Sedangkan untuk barang vintage, kamu bisa melihatnya dari model, bentuk, dan hasil akhirnya. Pakaian vintage lebih mengutamakan desain daripada daya pakai, bahan, dan material yang digunakan. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tanpa HP Untuk Siswa Dan Lansia

Sekolah pada umumnya melarang siswa untuk membawa ponsel. Namun, saat ini kita sangat membutuhkan ponsel untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi...

Si Kecil Tidur Pulas dengan Kelambu NS Gallery

Tidur pulas pada anak atau bayi merupakan dambaan bagi setiap orang tua. Ketika si kecil tidur pulas, hal ini...

SiCepat Ekspres Menambah Kepemilikan Saham Di DMMX

PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat) kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Dengan ini, maka SiCepat...

Populer Artikel