Friday, May 20, 2022
25.5 C
Jakarta
More
    HomeSekilas InfoEpidemi Sirup Batuk Codeine Di Zimbabwe

    Epidemi Sirup Batuk Codeine Di Zimbabwe

    Zimbabwe memiliki risiko kehilangan para penduduk mereka yang masih tergolong muda akibat obat sirup batuk codein. Para pemuda di sana telah kecanduan sirup batuk tersebut. Para ahli memperkirakan, bisa lebih dari setengah anak Zimbabwe telah kecanduan. 

    Meskipun masalah ini terus berkembang, pemerintah Zimbabwe belum membuka klinik rehabilitasi untuk mengobati para pecandu. Hal ini mengartikan, mereka yang telah menjadi pecandu sirup batuk codein ini sering dikirim ke penjara atau bangsal kejiwaan. 

    Sirup batuk merek BronCleer diimpor secara ilegal dari Afrika Selatan dan dijual bebas di setiap sudut jalan, bar, halaman sekolah, dan bus. Harganya yang murah, hanya $3 per botol, membuat para masyarakat muda Zimbabwe mudah mendapatkannya. 

    Kesaksian pemuda Zimbabwe 

    Photo by Vice (youtube.com)  

    Kuzivakwashe Mhlangqa, seorang mantan pecandu BronCleer, menggunakan obat ini untuk pertama kalinya pada tahun 2016. Ia bisa menghabiskan 4 empat botol per hari dengan total 400 ml yang dikonsumsinya. Obat batuk BronCleer mengandung codein yang dapat menjadi painkiller. Sebenarnya, dalam jumlah dosis yang sedikit, obat batuk sirup ini tidak menjadi bahaya, namun apabila dikonsumsi berlebihan maka akan menjadi sangat ketergantungan. BronCleer juga mengandung alkohol, maka apabila kamu mengonsumsinya secara berlebihan kamu akan mabuk dan teler. 

    Efek samping sirup batuk BronCleer juga dapat menjadi sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, seperti gangguan pernapasan, tekanan darah rendah, kerusakan permanen pada otak, hati, dan jantung.

    “Saya mengonsumsi BronCleer karena teman-teman. Mereka mengancam apabila saya tidak meminumnya, maka mereka tidak akan bermain lagi dengan saya. Kemudian setelah saya menggunakannya, itu adalah cara terbaik menikmati hidup,” ungkap Kuzivakwashe.

    Linda Masarira, ibu dari Kuzivakwashe mengalami hal buruk, ketika anaknya tidak dapat merespon dirinya karena terlalu banyak mengonsumsi BronCleer. “Ia adalah tipe anak pendiam, hingga suatu hari saya tidak merasakan perubahan dari dirinya sampai tahun lalu. Pada saat itu, ketika saya pulang ke rumah, saya melihatnya di sofa sedang memegang piring, kemudian saya mengajaknya berbicara namun ia tidak merespon sama sekali,” ungkap sang ibu. 

    Kuzivakwashe juga melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri demi mendapatkan BronCleer. “Ia banyak mencuri, seperti handphone saya, laptop, bahkan makanan. Hingga suatu hari ia kabur dari rumah dan tinggal di jalanan akibat kecanduannya itu,” cerita Linda. 

    Alycia Putri
    Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.

    Subscribe berita terbaru dari blog Sahabat SiCepat

    Stay Connected

    88,466FansLike
    41,800FollowersFollow
    54,500FollowersFollow
    31,300FollowersFollow

    Recent Comments