Wednesday, October 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Epidemi Sirup Batuk Codeine Di Zimbabwe

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Zimbabwe memiliki risiko kehilangan para penduduk mereka yang masih tergolong muda akibat obat sirup batuk codein. Para pemuda di sana telah kecanduan sirup batuk tersebut. Para ahli memperkirakan, bisa lebih dari setengah anak Zimbabwe telah kecanduan. 

Meskipun masalah ini terus berkembang, pemerintah Zimbabwe belum membuka klinik rehabilitasi untuk mengobati para pecandu. Hal ini mengartikan, mereka yang telah menjadi pecandu sirup batuk codein ini sering dikirim ke penjara atau bangsal kejiwaan. 

Sirup batuk merek BronCleer diimpor secara ilegal dari Afrika Selatan dan dijual bebas di setiap sudut jalan, bar, halaman sekolah, dan bus. Harganya yang murah, hanya $3 per botol, membuat para masyarakat muda Zimbabwe mudah mendapatkannya. 

Kesaksian pemuda Zimbabwe 

Photo by Vice (youtube.com)  

Kuzivakwashe Mhlangqa, seorang mantan pecandu BronCleer, menggunakan obat ini untuk pertama kalinya pada tahun 2016. Ia bisa menghabiskan 4 empat botol per hari dengan total 400 ml yang dikonsumsinya. Obat batuk BronCleer mengandung codein yang dapat menjadi painkiller. Sebenarnya, dalam jumlah dosis yang sedikit, obat batuk sirup ini tidak menjadi bahaya, namun apabila dikonsumsi berlebihan maka akan menjadi sangat ketergantungan. BronCleer juga mengandung alkohol, maka apabila kamu mengonsumsinya secara berlebihan kamu akan mabuk dan teler. 

Efek samping sirup batuk BronCleer juga dapat menjadi sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, seperti gangguan pernapasan, tekanan darah rendah, kerusakan permanen pada otak, hati, dan jantung.

“Saya mengonsumsi BronCleer karena teman-teman. Mereka mengancam apabila saya tidak meminumnya, maka mereka tidak akan bermain lagi dengan saya. Kemudian setelah saya menggunakannya, itu adalah cara terbaik menikmati hidup,” ungkap Kuzivakwashe.

Linda Masarira, ibu dari Kuzivakwashe mengalami hal buruk, ketika anaknya tidak dapat merespon dirinya karena terlalu banyak mengonsumsi BronCleer. “Ia adalah tipe anak pendiam, hingga suatu hari saya tidak merasakan perubahan dari dirinya sampai tahun lalu. Pada saat itu, ketika saya pulang ke rumah, saya melihatnya di sofa sedang memegang piring, kemudian saya mengajaknya berbicara namun ia tidak merespon sama sekali,” ungkap sang ibu. 

Kuzivakwashe juga melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri demi mendapatkan BronCleer. “Ia banyak mencuri, seperti handphone saya, laptop, bahkan makanan. Hingga suatu hari ia kabur dari rumah dan tinggal di jalanan akibat kecanduannya itu,” cerita Linda. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tanpa HP Untuk Siswa Dan Lansia

Sekolah pada umumnya melarang siswa untuk membawa ponsel. Namun, saat ini kita sangat membutuhkan ponsel untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi...

Si Kecil Tidur Pulas dengan Kelambu NS Gallery

Tidur pulas pada anak atau bayi merupakan dambaan bagi setiap orang tua. Ketika si kecil tidur pulas, hal ini...

SiCepat Ekspres Menambah Kepemilikan Saham Di DMMX

PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat) kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Dengan ini, maka SiCepat...

Populer Artikel