Tuesday, September 28, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kembalinya OG Memenangkan Dota 2 Di TI8

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

OG merupakan organisasi esport profesional yang berbasis di Eropa. Dibentuk pada tahun 2015, begitu banyak perjuangan dan drama yang mereka lewati. Mereka terkenal karena memenangkan turnamen di The International (TI) tahun 2018 dan 2019. Selain Dota 2, mereka juga memiliki tim yang mewakili game lain, seperti Super Smash Bros dan Counter-Strike: Global Offensive. 

Sebelum menjadi OG yang sekarang, tim esport ini bukanlah bernama OG, melainkan Fnatic. Dimulai dari dua orang sahabat, yaitu N0tail (Johan Sundstein) dan Fly (Tal Aizik). Dua orang sahabat ini sering menghabiskan waktu bersama untuk bermain dan mereka tidak menyangka bahwa esport akan menjadi besar seperti sekarang ini. 

Photo by YouTube.com/ Red Bull Gaming

Gamescom 2011, International Dota Championship adalah kompetisi terbesar di Dota 2 yang dijuluki sebagai “Superbowl Programing” yang memiliki hadiah sebesar 1,6 juta dolar. Bermain di International adalah pencapaian esports terbaik. Dota 2 sendiri adalah permainan yang memiliki banyak detail ketika memainkannya. Bermain Dota 2 membutuhkan keterampilan yang tinggi, dan fokus. Permainan ini adalah bagaimana cara bermain bersama tim. Tujuan dari permainan ini adalah menghancurkan menara musuh yang merupakan struktur utama. Dota 2 memiliki lebih dari 100 pahlawan yang berbeda. Setiap pahlawan memiliki kemampuan yang berbeda. 

TI3 (2013)

TI3 di tahun 2013 adalah The International pertama bagi Fnatic. TI3 menjadi ajang pembuktian bagi N0tail, Fly, dan kawan-kawan sebagai pembuktian mereka menunjukkan yang terbaik. Fnatic berhasil masuk ke top delapan besar di TI3. Sayang sekali, ketika mereka melawan tim esport Orange yang berasal dari Malaysia mereka harus gugur. Dari pengalaman tersebut, N0tail dan Fly mulai membicarakan tentang kompetisi ini dengan serius dan membangun strategi yang lebih matang. 

Photo by YouTube.com/ Red Bull Gaming

TI4 (2014)

Sebelum bermain di arena, mereka harus bermain di babak penyisihan grup dan mereka melakukannya di kamar hotel. Pada Grand Final 2014, Starladder Starseries Season 10 setelah TI4, N0tail dan Fly menemukan tim baru, yaitu Team Secret. Mereka sangat optimis menjadi superstar di kompetisi ini. Namun, hal tersebut tidak terjadi sesuai dengan harapan mereka. Mereka kalah dan dikeluarkan dari Team Secret. 

TI5 (2015)

Di tahun 2015, N0tail dan Fly berada di tim yang berbeda untuk maju di TI5. N0tail bersama dengan tim esport Cloud9, sedangkan Fly bersama compLexity yang baru saja dibentuk selama tiga bulan sebelum TI5 berlangsung. Meskipun mereka berpisah, N0tail dan Fly tetap berhubungan dengan baik dan Fly mengakui bahwa dirinya sangat merindukan momen-momen bermain bersama N0tail. Namun, kedua tim mereka gugur di TI5 dan ini merupakan titik terendah bagi N0tail. Setelah kejadian tersebut, N0tail dan Fly bertemu, serta bermain bersama kembali. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Meditasi Menenangkan Pikiran Untuk Pemula

Meditasi bisa dipelajari oleh setiap orang. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran dan merupakan kegiatan untuk melatih fokus pikiran agar...

Pengaruh Hipertensi Terhadap Vaksin Covid-19

Hipertensi menjadi salah satu kondisi yang harus diperhatikan oleh seseorang yang hendak melakukan vaksinasi Covid-19. Bagi pengidap penyakit hipertensi,...

Hati-hati Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi atau high heels memiliki beragam model yang menarik. Sepatu hak tinggi dipercaya dapat memberikan kesan yang...

Populer Artikel