Friday, July 1, 2022
31.1 C
Jakarta
More

    Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Nataru

    Setelah sebelumnya sempat menetapkan pemberlakukan PPKM Level 3 saat perayaan natal dan tahun baru 2022, kini pemerintah secara resmi membatalkan keputusan tersebut. Dicabutnya keputusan PPKM Level 3 kemudian akan diikuti dengan mengikuti asesmen masing-masing wilayah sesuai situasi pandemi yang berlaku dengan tambahan pengetatan.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menjelaskan mengenai pembatasan khusus kapasitas yang berlaku selama libur nataru seperti pengunjung maksimal mal sebanyak 50%, dan saat pembatasan khusus Nataru sebesar 75%. Ia juga mengungkapkan amanat Presiden untuk meningkatkan penerapan PeduliLindungi serta tidak perlu melakukan penyekatan.

    Mengenai instruksi pembatasan khusus Nataru yang sudah dijelaskan, masih membutuhkan  tandatangan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, dan kemudian diberikan kepada kepala daerah masing-masing.

    Hal utama yang menjadi perhatian saat pembatasan khusus Nataru adalah penerapan PeduliLindungi secara insentif pada beberapa tempat yang berpotensi menghadirkan keramaian dan penerapan protokol kesehatan pada masyarakat.

    Baca juga: Mengenal Aplikasi PeduliLindungi

    Pembatasan khusus di DKI Jakarta akan berlaku selama 10 hari mulai tanggal 24 Desember hingga 2 Januari mendatang. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1430 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Covid-19, menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022.

    Keputusan pemerintah untuk mencabut penerapan PPKM Level 3 saat nataru adalah terkendalinya penanganan Covid-19 di Indonesia berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 6 Desember lalu. Tingkat penularan virus corona di Indonesia kini sudah melandai dibandingkan beberapa bulan lalu saat data kerap menunjukkan ribuang orang terinfeksi setiap harinya.

    Selain itu, pemerintah juga telah melihat sekaligus melakukan surevei data terkait kekebalan tubuh masyarakat selama pandemi Covid berlangsung. Hasil dari kedua data tersebut menunjukkan bahwa telah terbentuk antibodi dalam tubuh masyarakat sebagai hasil dari program vaksinasi.

    Baca juga: Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tanpa HP Untuk Siswa Dan Lansia

    Bella Rifanda
    Bella Rifanda
    Working as a Content Writer at SiCepat Ekspres. Food enthusiast.

    Latest news

    Related news

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here