Monday, December 6, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tanpa HP Untuk Siswa Dan Lansia

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekolah pada umumnya melarang siswa untuk membawa ponsel. Namun, saat ini kita sangat membutuhkan ponsel untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi setiap berkunjung ke suatu tempat. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan cara penggunaan platform kontak dan telusur PeduliLindungi bagi para siswa dan lansia yang tidak memiliki ponsel pintar.

Chief Digital Technology Office Kemenkes, Setiadji menjelaskan, bagi siswa sekolah yang tidak boleh atau belum bisa membawa ponsel ke sekolah, pihaknya akan melakukan tracing melalui database yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca juga: Mengenal Aplikasi PeduliLindungi

Melansir dari CNN Indonesia, secara virtual Setiadji mengungkapkan, “hal ini agak berbeda, kalau di sekolah siswa tidak membawa HP, bagaimana kita tracing dengan baik, kita punya database dari kemendikbud, kemudian itu yang akan kita berikan informasi ke masing-masing guru atau keluarga apabila siswanya terpapar maupun kontak erat.”

Photo by Thành Đỗ from Pexels

Lalu, bagi para lansia yang hendak berpergian ke suatu tempat atau mengakses transportasi umum, pihaknya akan menyediakan microsite yang dapat diakses bagi para lansia. Petugas di lapangan akan meminta nomor identitas, serta nama lengkap untuk dimasukkan oleh petugas ke microsite tersebut. Melalui car aini, petugas akan mengetahui apakah masyarakat tersebut berada di wilayah status merah, kuning, hijau, atau hitam.

Photo by Streetwindy from Pexels

Layanan microsite ini sudah ada di beberapa tempat, seperti pada perjalanan kereta api dengan sistem e-ticketing. Kemenkes mengklaim pihaknya sudah mengintegrasikan sistem e-ticketing, sehingga tervalidasi dengan PeduliLindungi.

Setiadji juga menjelaskan, nantinya aplikasi PeduliLindungi akan menjadi aplikasi ketahanan kesehatan. Aplikasi ini akan dikembangkan dan ditujukan untuk penyakit kritis. “Ini salah satu aplikasi ketahanan kesehatan seperti penyakit kritis. Sistemnya sudah ada, tetapi tinggal modul-modul lain yang tentunya menjadi platform yang akan kita gunakan,” ujar Setiadji.

Baca juga: PeduliLindungi kini dapat diakses melalui Chatbot WhatsApp

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Resep Gingerbread Cookies, Cemilan Khas Natal

Menjelang perayaan natal pastinya akan ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, mulai dari dekorasi rumah, pilihan baju natal, hinggga...

Meriahkan Natal dengan Inspirasi Outfit Ini!

Perayaan natal identik dengan warna merah. Persiapan pohon natal, ornamen, dan hiasan rumah tak luput dari perhatian setiap tahunnya....

Adu Eksis dengan Christmas Tiktok Dance Challenge

Halo, Sahabat SiCepat! Kabar baik datang dari SiCepat untuk kamu dan teman-teman yang menyukai tiktok dance. SiCepat mengadakan event...

Populer Artikel