Wednesday, September 22, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PPKM Diperpanjang HIngga 30 Agustus 2021

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Presiden Jokowi mengumumkan pemberlakukan pembatasan kegiatan (PPKM) level 4, 3, dan 2, di Pulau Jawa dan Bali diperpanjang hingga 30 Agustus 2021. Hal ini disampaikan melalui konferensi pers virtual pada Senin(23/8/2021) malam.

“Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM di Pulau Jawa dan Pulau Bali sejak 24 Agustus sampai 30 Agustus,” jelas Jokowi. Namun, Jokowi juga menyampaikan bahwa pemerintah juga memutuskan untuk menurunkan level PPKM dari 4 ke 3 di sejumlah daerah.

Sepekan terakhir ini adalah masa perpanjangan keenam PPKM level 4, 3, dan 2 di Pulau Jawa-Bali, serta di luar daerah tersebut. Awalnya PPKM darurat ini diterapkan sejak Sabtu (3/7/2021) dan selesai pada 20 Juli. Namun, Presiden Jokowi memutuskan untuk memperpanjangnya hingga 25 Juli.

Kemudian, pada tanggal 25 Juli, Presiden Jokowi kembali memperpanjang PPKM dan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM level 4, 3, dan 2 yang diberlakukan hingga 2 Agustus. Senin, 2 Agustus 2021, pemerintah melanjutkan PPKM level 4, 3, dan 2 hingga 9 Agusts 2021.

PPKM level 4, 3, dan 2 terus diperpanjang lantaran pertimbangan positivity rate penyebaran Covid-19 masih tinggi. Lalu, pemerintah memperpanjang kembali PPKM Pulau Jawa – Bali sampai 16 Agustus atau sepekan.

Presiden Jokowi juga mengatakan, bahwa penyebaran Covid-19 ini sulit diprediksi sehingga semua pihak harus berhati-hati. Kehati-hatian tersebut tetap dijaga meskipun sudah dua pekan terakhir kasus positif Covid-19 di Jawa-Bali sudah menurun. Begitu pula tingkat keterisian ranjang rumah sakit untuk pasien Covid-19 alias bed occupancy rate (BOR) semakin menurun di sejumlah wilayah.

Agar dapat menurunkan penyebaran kasus, Jokowi memerintahkan pemerintah daerah agar dapat mengurangi tingkat isoman dan focus menjadi isolasi terpusat (isoter). Menurutnya, hal ini sangat mengurangi penyebaran virus. Selain itu, stok obat-obatan juga harus selalu tersedia dan segera diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Isolasi terpusat dianggap akan menjadi kunci yang baik untuk mengurangi penyebaran dan kematian akibat virus Corona. Pemerintah juga sedang mengebut program vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah. Untuk program ini, pemerintah terus-menerus mendatangkan vaksin dari luar negeri, baik melalui jalur hibah maupun pembelian.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Indonesia Pasti Bisa Buka Sentra Vaksinasi 2.500 Dosis di Kota Semarang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka sentra vaksinasi di Mall Tentrem, Semarang pada 20-21 September...

Indonesia Pasti Bisa Salurkan Obat Remdesivir Ke dr. Gunawan

Indonesia Pasti Bisa mendapatkan donasi berupa obat Covid-19, yaitu Remdesivir dari salah satu donatur. Obat Covid-19 Remdesivir ini langsung...

SiCepat Ekspres Raih 2 Penghargaan Dalam Ajang OMNI Brands Award 2021.

SiCepat Ekspres berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang OMNI Brands Award 2021 yang diselenggarakan oleh Marketeers. SiCepat Ekspres...

Populer Artikel