Saturday, December 4, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rutin Bangun Pagi Bikin Mood Semakin Bahagia

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bangun tidur pagi hari sangat baik untuk kesehataan tubuh, serta bermanfaat untuk kesehatan mental seseorang. Sebuah penelitian mengatakan bahwa bangun tidur pagi hari bisa mengurangi risiko depresi. Hal tersebut karena adanya hubungan antara preferensi fisiologi seseorang dengan suasana hati.

Sebagian besar orang biasanya bangun di pagi hari karena adanya kewajiban untuk bekerja atau sekolah, tetapi cenderung bangun siang pada akhir pekan. Namun, membiasakan diri untuk bangun pagi setiap hari baik weekdays atau weekend ternyata banyak memberikan manfaat, salah satunya membuat diri kalian lebih bahagia.

Melansir dari Halodoc.com, menurut penelitian yang diunggah dalam jurnal JAMA Psychiatry, menyesuaikan jadwal tidur dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan mental. Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa bangun tidur satu jam kebih awal dari biasanya dapat menurutkan risiko depresi hingga 23 persen.

Photo by cottonbro from Pexels

Baca juga: 5 Minuman Sehat Untuk Mengawali Hari Sebelum Berangkat Kerja

Mengapa bangun pagi lebih bahagia?

Para peneliti di University of Colorado Boulder (CU Boulder) dan Broad Institute of MIT dan Harvard menganalisis data genetik dari mendekati 840.000 orang dewasa keturunan Eropa. Data tersebut terdiri dari 85.000 orang yang memakai pelacak tidur yang dapat dipakai selama 7 hari dan 250.000 yang mengisi kuesioer prefensi tidur. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin awal kalian bangun pagi, maka semakin baik manfaatnya.

Melansir CNBC Make It, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antara kronotipe (preferensi fisilogis) di pagi dan malam hari dengan suasana hati. Sebagai contoh, orang yang memiliki jam tidur terbalik seperti burung hantu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi. Berbeda dengan orang yang memiliki kebiasaan bangun pagi atau biasa disebut morning person makan kemungkinan depresi lebih kecil.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Meriahkan Natal dengan Inspirasi Outfit Ini!

Perayaan natal identik dengan warna merah. Persiapan pohon natal, ornamen, dan hiasan rumah tak luput dari perhatian setiap tahunnya....

Adu Eksis dengan Christmas Tiktok Dance Challenge

Halo, Sahabat SiCepat! Kabar baik datang dari SiCepat untuk kamu dan teman-teman yang menyukai tiktok dance. SiCepat mengadakan event...

Intip Manfaat Copywriting untuk Boost Sales Produk

Sudah mengenal copywriting? Copywriting merupakan suatu metode pembuatan materi dengan tujuan untuk menarik audiens agar melakukan hal yang kita...

Populer Artikel