Tuesday, September 28, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sungaiwatch, Komunitas Bersih-bersih Sungai di Bali

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sejumlah relawan di Bali bergabung dalam komunitas Sungaiwatch. Sungaiwatch berperan sebagai gerakan peduli alam Bali. Komunitas ini didirikan atas dasar keindahan alam Pulau Bali yang sudah tercoreng oleh sampah. 

Komunitas Sungaiwatch didirikan oleh Gary Benchegib, seorang pembuat film sekaligus aktivis lingkungan berkebangsaan Prancis. Ia mendirikan komunitas ini bersama dua saudaranya, Kell dan Sam. Awalnya ia hanya fokus pada kegiatan bersih-bersih sampah plastik di sekitar pantai-pantai di Bali bersama para relawan, kini ia mulai memperhatikan sungai-sungai di Bali yang sudah mulai tercemar sampah. 

Kampanye menjaga sungai sudah dilakukan sejak tahun 2019. Tiga bersaudara asal Prancis itu melihat bahwa isu lingkungan menjadi sangat penting untuk ditanggapi. Mereka juga menggelar operasi bersih-bersih sungai secara besar-besaran melalui program yang dinamakan Weekly-Cleanup. Tidak hanya itu saja, mereka juga mengembangkan solusi penghalang yang terjangkau untuk mencegah sampah plastik masuk ke laut. 

Melansir liputan6.com yang berbicara langsung kepada pihak Sungaiwatch, komunitas ini memantau sungai-sungai agar tidak berubah menjadi tempat pembuangan sampah. “Dengan isu lingkungan seperti ini, Sungaiwatch berencana untuk terus menyajikan fakta-fakta yang diterbitkan di berbagai media sebagai berita utama dan mendapatkan tanggapan serius untuk ditangani,” ungkap Ray, Development Manager Sungaiwatch.

Saat ini, lokasi pembersihan yang sedang menjadi fokus utama Sungaiwatch adalah membersihkan dan memasang jaring sampah di sungai-sungai di Kabupaten Badung dan Tabanan. Kurang lebih, sebanyak 30 sungai pada titik-titik tertentu sudah bisa dibersihkan, proses pembersihannya pun perlu lebih dari satu kali. 
Sebanyak 19 relawan siap bekerja setiap hari untuk membersihkan sampah di sungai yang terjaring di jaring-jaring sampah. Kemudian, mereka memilah sampah mana yang masih bisa didaur ulang. Sebagai relawan, mereka juga bertugas untuk memasang jaring-jaring sampah yang terdiri dari Trash Block, Trash Floater, dan Trash Walker di berbagai lokasi yang akan dibersihkan.

Alat penyaring atau Trash Barrier dinilai efektif untuk menghentikan sampah masuk ke sungai, saluran air, dan pantai Bali. Ketiga jenis penyaring sampah tersebut mudah dirakit dan dirawat, serta dipasangkan sesuai dengan ukuran. Kini, Sungaiwatch sudah memasang 27 Trash Barrier di beberapa sungai. 

Pada tahun ini, Sungaiwatch berencana untuk mengimplementasikan Trash Barrier di sekitaran sungai-sungai kecil di Citarum. Melalui kegiatan tersebut, komunitas bersih-bersih sungai ini berharap agar sungai-sungai dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih positif. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Meditasi Menenangkan Pikiran Untuk Pemula

Meditasi bisa dipelajari oleh setiap orang. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran dan merupakan kegiatan untuk melatih fokus pikiran agar...

Pengaruh Hipertensi Terhadap Vaksin Covid-19

Hipertensi menjadi salah satu kondisi yang harus diperhatikan oleh seseorang yang hendak melakukan vaksinasi Covid-19. Bagi pengidap penyakit hipertensi,...

Hati-hati Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi atau high heels memiliki beragam model yang menarik. Sepatu hak tinggi dipercaya dapat memberikan kesan yang...

Populer Artikel