Wednesday, October 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tanda-tanda Toxic Productivity

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tahukah kamu, produktif secara berlebihan justru akan menjadi hal yang negatif? Menjadi seorang yang produktif adalah hal yang positif. Kamu bisa mengembangkan kemampuan, serta menambah wawasan. Namun, jika berlebihan malah akan menjadi hal yang negatif.

Melansir dari kanal YouTube Psikolog Dr. Julie Smith, toxic productivity adalah sebuah obsesi untuk mengembangkan diri dan selalu merasa berjalah jika tidak bisa melakukan banyak hal. Produktivitas dapat menjadi buruk apabila muncul perasaan bersalah jika kita rehat sejenak dari kesibukan tersebut.

Photo by Dr. Julie Smith (YouTube)

Rasa bersalah juga dirasakan ketika kita bersantai atau sekeadar melakukan hobi. Kita mulai menganggap hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak produktif. Berikut tanda-tanda toxic productivity!

Bekerja berlebihan

Secara tidak sadar, hal ini dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Dengan bekerja berlebihan, tidak menutup kemungkinan kamu akan mengesampingkan kebutuhan dasar, seperti makan, minum, dan istirahat sehingga keluhan fisik dapat dirasakan. Orang di sekitarmu juga dapat merasa terabaikan jika kamu terlalu sibuk.

Baca juga: Hati-hati, Ini Dia 5 Tanda Kamu Bekerja di Perusahaan Toxic!

Ekspektasi yang mulai tidak realistis bagi diri sendiri

Kamu menuntut diri sendiri untuk selalu produktif. Target yang kamu tentukan juga mulai terlalu tinggi dan mustahil untuk didapat. Hal ini akan sangat melelahkan dan membebani diri sendiri.

Tidak dapat berdiam diri dan beristirahat

Muncul perasaan bersalah apabila kamu memutuskan untuk tidak produktif. Kamu juga akan merasa gelisah dan hampa jika tidak mengerjakan pekerjaanmu.

Photo by Tara Winstead from Pexels

Tips Menghindari toxic productivity

Membuat tujuan yang realistis

Agar mencapai tujuan yang kamu inginkan, buatlah tujuan yang realistis dan bersifat fleksibel. Jika hal itu diterapkan, maka akan membantu kamu lebih mudah untuk mencapai tujuan.

Beristirahat

Tubuh dan pikiranmu penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Dengan istirahat yang cukup, kamu justru dapat meningkatkan produktivitas, serta membuat kamu lebih efektif dalam bekerja. Kamu juga dapat membuat perencanaan untuk aktivitas yang kamu senangi untuk mengisi waktu luang.

Menetapkan boundaries untuk diri sendiri

Buatlah aturan untuk diri sendiri dan patuhi aturan tersebut untuk membantu kamu dalam memanfaatkan waktu yang lebih efisien.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Toxic Positivity & Optimis

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tanpa HP Untuk Siswa Dan Lansia

Sekolah pada umumnya melarang siswa untuk membawa ponsel. Namun, saat ini kita sangat membutuhkan ponsel untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi...

Si Kecil Tidur Pulas dengan Kelambu NS Gallery

Tidur pulas pada anak atau bayi merupakan dambaan bagi setiap orang tua. Ketika si kecil tidur pulas, hal ini...

SiCepat Ekspres Menambah Kepemilikan Saham Di DMMX

PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat) kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Dengan ini, maka SiCepat...

Populer Artikel