Tuesday, January 18, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perseteruan N0tail vs Team Alliance Pertanyakan Sistem Coach

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Beberapa waktu lalu, Dota 2 sedang diramaikan dengan perseteruan kapten tim OG Esports, Johan “n0tail” Sundstein karena cuitannya di media sosial Twitter kepada Team Alliance.

Hal ini disebabkan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh Team Alliance pada saat melawan Brame pada DPC Minggu 4. Dalam pertandingan tersebut, pelatih (coach) dari Team Alliance, Peter “ppd” Dagen melakukan “shoutcalling”atau memandu tim dalam pertandingan.

Mengetahui hal tersebut, n0tail melakukan protes keberatan melalui akun Twitternya @OG_BDN0tail.

Melibatkan pelatih selama pertandingan Dota tidak pernah diizinkan, tidak ada respect untuk orang yang melakukan kecurangan. Sama halnya dengan tim besar yang mengklaim ‘itu melanggar aturan’ atau ‘saya tahu kapan menggunakannya’.

cuit N0tail dalam tweetnya.

Melalui tweet yang diunggah pada 12 Mei 2021 ini, n0tail menganggap tindakan tersebut tidak adil dan hal itu merupakan sebuah kecurangan. N0tail menilai Dota adalah permainan 5 lawan 5, bukan 5 lawan 6.

Namun, dengan apa yang sudah ia ungkapkan melalui Twitternya yang “memojokan” Team Alliance sebagai pihak yang curang, n0tail masih mengatakan bahwa ia tidak menyalahkan Team Alliance, melainkan kesalahpahaman penyelenggara pertandingan dalam memberikan pertauran dan informasi.

Sependapat dengan n0tail, JMR Luna, CEO OG Esports juga mengungkapkan hal yang serupa seperti n0tail melalui cuitannya.

Menurut mereka, adanya pelatih di dalam Discord tidak dikomunikasikan di dalam rulebook dan hal ini sudah dibahas bersama oleh semua tim.

Seluruh cuitan n0tail mendapatkan respon dari beberapa pihak, salah satunya Nikobaby. Dalam tweet-nya ia berkata, “Kamu menjuluki kami sebagai pecundang dan curang, bahkan kamu tidak tahu yang sebenarnya tentang peraturan. Kamu adalah salah satu pemain Dota terbaik, kamu seharusnya tahu bagaimana bersikap.”

Dalam kasus ini, n0tail mempertanyakan mengapa perubahan peraturan tidak dikomunikasikan dengan benar dan diunggah ke publik, seperti sebelum-sebelumnya. Regulasi ini hanya dikirimkan melalui email oleh pihak penyelenggara ESL dan DreamHack sebelum pertandingan dimulai.

Melalui kejadian ini, ESL One memperbarui peraturan yang tertera di website www.esl-one.com, serta mengunggahnya ke khalayak luas melalui akun Twitter @ESLDota2.

Photo by https://www.esl-one.com/dota2/dpc/2021/05/update-on-coaching-rules/
spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Tips Travel Hemat pakai Poin GRES

Halo, Sahabat Sicepat! Kamu seorang traveler dan suka mencari harga hemat untuk transportasi saat travel nanti? Sekarang kamu bisa...

Tempat Makan Hits di Kemang, Aesthetic a la Jaksel

Siapa yang tidak tahu Kemang? Salah satu wilayah di Jakarta Selatan ini sudah menjadi tolak ukur anak muda untuk...

Tanaman Hoki untuk Rumah Menurut Feng Shui

Pandemi Covid-19 semakin meningkatkan tren tanaman hias semakin meningkat. Aktivitas ini tentunya dilakukan masyarakat untuk dapat tetap beraktivitas meskipun...

Populer Artikel