Tuesday, September 28, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tradisi Ama (Wanita Penyelam) di Jepang

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak hanya pesona alam saja yang ditawarkan, Jepang juga punya segudang tradisi dan budaya yang menarik lho! Salah satu tradisi unik asal Negeri Sakura yang belum banyak diketahui orang adalah Ama. Dalam bahasa Jepang, Ama memiliki arti perempuan laut. 

Tradisi Ama sendiri sudah berlangsung selama ribuan tahun. Berdasarkan sumber dan penelitian yang ada, istilah Ama sendiri sudah muncul sejak tahun 750 masehi di dalam kumpulan puisi Man’yoshu. Dan hingga kini, tradisi ini masih eksis dan dilakukan oleh para perempuan di Jepang.

Ama, Sang Ibu Lautan

Disebut dengan istilah ibu lautan, Ama dilakukan oleh para wanita yang menyelam ke dasar lautan. Dibekali dengan berbagai peralatan, Ama akan menyelam untuk mengumpulkan hasil laut yang berlimpah untuk dijual. Salah satu peralatan unik yang selalu dibawa oleh Ama adalah sukari, sebuah jaring yang digunakan untuk membawa hasil tangkapannya. Sukari ini akan diikat ke tubuh Ama agar tidak lepas. 

Saat menyelam, Ama juga mengenakan pakaian selam tradisional berwarna serba putih dengan penutup mata dan hidung. Namun kini, beberapa sudah mengenakan pakaian selam modern lainnya. Seorang Ama bisa menyelam selama 1,5 hingga 2 jam untuk mencari hasil laut. 

Tak berburu dengan tangan kosong, dahulu Ama dibekali dengan bambu runcing untuk memburu hewan laut. Para wanita penyelam ini akan mencari tiram, kerang, mutiara, rumput laut, timun laut, dan yang lainnya. Hasil tangkapan ini akan berbeda jumlahnya dan sangat dipengaruhi oleh musim. 

Sangat hebat, para Ama ini bisa menyelam hingga kedalaman 30 meter tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen! Rata-rata mereka bisa menahan napas hingga 2 menit di dalam air. Uniknya, setelah menyelam dan muncul ke permukaan, para penyelam wanita ini akan menghembuskan napas sambil bersiul pelan. Siulan ini dinamakan dengan isobue. Teknik ini merupakan warisan turun-temurun yang berfungsi untuk membantu pernapasan para penyelam.

Karena sudah dilakukan dalam kurun waktu yang sangat lama, para penyelam ini memiliki kapasitas paru-paru yang lebih besar dibandingkan orang biasa. Biasanya, para wanita Jepang telah melakukan tradisi ini sejak dini hingga tua. Banyak diantara Sama berusia hingga 80 tahun dan masih menjalankan tradisi menyelam ini. 

Mengapa dilakukan oleh wanita?

Mungkin banyak diantara kamu yang menanyakan kenapa pekerjaan ini dilakukan oleh para wanita. Menurut kepercayaan sekitar, tradisi menyelam ini justru lebih cocok dilakukan oleh para wanita karena tubuh wanita dianggap memiliki lapisan lemak yang lebih tebal. Hal ini menjadikan wanita lebih tahan dengan suhu dingin di dalam laut. 

Selain itu, di jaman dulu tidak banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh wanita. Sehingga, tradisi menyelam inilah yang menjadi mata pencaharian para wanita Jepang pada masa itu. Sekarang, jumlah Ama atau penyelam wanita di Jepang ini semakin sedikit karena tergerus jaman. Namun, beberapa juga tetap mempertahankan tradisi ini turun-temurun ke anggota keluarga yang lain agar tetap lestari. Menarik ya!

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Meditasi Menenangkan Pikiran Untuk Pemula

Meditasi bisa dipelajari oleh setiap orang. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran dan merupakan kegiatan untuk melatih fokus pikiran agar...

Pengaruh Hipertensi Terhadap Vaksin Covid-19

Hipertensi menjadi salah satu kondisi yang harus diperhatikan oleh seseorang yang hendak melakukan vaksinasi Covid-19. Bagi pengidap penyakit hipertensi,...

Hati-hati Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi atau high heels memiliki beragam model yang menarik. Sepatu hak tinggi dipercaya dapat memberikan kesan yang...

Populer Artikel