Thursday, August 5, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Keindahan Desa Wisata di Indonesia

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengembangkan desa wisata merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mempercepat kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Berbeda dari destinasi wisata lainnya, desa wisata mengedepankan budaya, alam, dan keunikan dari setiap daerah sebagai daya tarik wisatawan. Indonesia dengan ribuan desa yang dimilki, berpotensial untuk dijadikan desa wisata. 

Terdapat dua komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah desa wisata. Pertama, konsep wisata. Kedua, minat dan kesiapan masyarakatnya dalam mengembangkan destinasi wisata setempat. Tidak kalah penting, wilayah yang ingin dijadikan desa wisata wajib memiliki konsep desa wisata yang unik. 

Melansir dari Kompas.com, Kemenparekraf dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menargetkan 244 desa wisata yang ada sudah tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024 mendatang. Berikut lima desa wisata di Indonesia dengan keindahan alam dan budayanya. 

Desa Penglipuran, Bali 

Photo by Ruben Hutabarat (Unsplash)

Desa Penglipuran adalah salah satu contoh desa wisata yang ideal di Indonesia. Letaknya berada di dataran tinggi kaki Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Desa Penglipuran. Desa ini memiliki pemandangan yang indah dan suasana sekitar yang tenang dan asri. 

Salah satu hal yang menonjol dari Desa Penglipuran adalah kebersihannya yang sangat terjaga. Rumah-rumah di desa ini juga memiliki ciri khas yang kuat, khususnya di bagian depan rumah. 

Berkat kegigihan masyarakatnya dalam menjaga lingkungan dan budaya, Desa Penglipuran masuk dalam daftar “Sustainable Destinations Top 100” versi Green Destinations Foundation karena tergolong salah satu desa wisata terbersih dan terbaik. Pada 2016, Desa Penglipuran terpilih sebagai “Desa Terbersih” ketiga di dunia versi majalah internasional Boombastic. Kemudian, Desa Penglipuran juga mendapat penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017 dengan peringkat terbaik dalam kategori pelestarian budaya.

Desa Lerep, Semarang 

Lokasinya berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Daya tarik dan keunggulan dari Desa Wisata Lerep ditunjukan pada pasar kuliner zaman dulu yang menghadirkan makanan lokal. 

Pasar jadul Desa Lerep juga menyediakan jajanan sehat dengan menggunakan bahan organik. Selain itu, konsep wisata yang diterapkan adalah berwawasan lingkungan dengan meniadakan kemasan plastik. Terdapat pula tradisi tahunan, yakni Iriban yang menjadi daya tarik di Desa Lerep. 

Desa Sade, Lombok

Photo by Lombok Tour Plus

Desa Sade berlokasi di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Potensi desa wisata ditunjukkan Desa Sade melalui tujuan wisatanya, budaya, kehidupan masyarakat, hingga beberapa produk ekonomi kreatifnya. 

Desa Sade memiliki 150 rumah adat berdinding anyaman bambu, beratap alang-alang kering, dan berlantai tanah liat, serta sekam padi. Terdapat kerajinan menenun kain songket yang indah di desa ini. 

Konon katanya, menenun kain merupakan kewajiban seorang perempuan di Desa Sade. Apabila tidak bisa menenun, perempuan di desa ini belum diperbolehkan menikah meskipun sudah cukup umur. Kawin culik bagi pasangan yang saling mencintai dan berencana menikah juga merupakan adat yang ada di desa Sade.

Adat kawin culik dilakukan laki-laki. Ia akan membawa lari calon pengantin perempuan lalu diinapkan di rumah kerabatnya. Keesokannya, pihak laki-laki dan keluarga melamar gadis yang dibawanya untuk dinikahi. 

Desa Osing Kemiren, Banyuwangi 

Photo by banyuwangikab.go.id

Desa Osing Kemiren berada di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi dan ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Suku Osing memiliki tradisi khas yang masih dijalankan hingga kini, yaitu ritual Idher Bumi dengan tujuan untuk mengusir penyakit.  

Ada pula kesenian yang tak kalah menarik dari Desa Osing Kemiren, yaitu Barong, Kuntulan, Jaran Kincak Mocopatan, dan Gandrung. Salah satu minuman tradisional yang terkenal dari desa ini adalah Kopi Osing khas Kemiran yang sangat lezat. 

Liang Ndara, Flores 

Photo by Flores Eco Tourism

Desa Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores terkenal dengan kerajinan tangan dan kain tenun warna-warni yang khas. Dari segi keindahan alam, desa ini menawarkan sarakan tracking yang mengasyikan di hutan Mbeliling. 

Terdapat tiga air terjun yang dilengkapi goa ekstotis, yakni Air Terjun Liang Kantor, Air Terjun Wae Rebus, dan Air Terjun Wae Satar. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Bakti Sosial Donatur Bersama SiCepat Ekspres dan GBI El Gibbor

Melalui kegiatan bakti sosial, masyarakat Indonesia tidak henti-hentinya memberikan dukungan semangat, serta bantuan untuk mereka yang terdampak pandemi COVID-19...

PPKM Level 4 Dilanjutkan Sampai 9 Agustus 2021

Presiden Joko Widodo mengumumkan PPKM level 4 dilanjutkan di beberapa kabupaten/kota. PPKM level 4 ini akan berlaku mulai dari...

Bangkitkan UMKM Indonesia di Tengah Pandemi

Sebagian produk-produk lokal dan UMKM Indonesia terbukti mampu bersaing dengan merek-merek internasional. Walaupun pada segmen tertentu, seperti produk elektronik,...

Populer Artikel