Sunday, October 17, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Marak Belanja Online, Kolaborasi Fintech dan E-Commerce Makin Erat

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Semakin berkembangnya bisnis e-commerce, hal ini juga berdampak positif bagi sektor bisnis finansial technology (fintech) seperti pinjaman online. Hubungan kedua sektor bisnis ini kian erat karena saling menguntungkan satu sama lain.

Kolaborasi antara e-commerce dan fintech ini semakin penting di tengah masa pandemi, di mana tren kepercayaan dan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi secara online semakin meningkat. Dengan metode cashless, pembayaran dengan menggunakan platform fintech ini dinilai lebih praktis dan fleksibel bagi masyarakat.

Hal ini diakui secara langsung oleh salah satu pemain bisnis pinjaman online, yakni PT FinAccel Digital Indonesia yang memiliki platform fintech yakni Kredivo.

Dilansir dari Kontan.co.id, Pihak Kredivo mencatat, lebih dari 70 persen porsi transaksi Kredivo berasal dari e-commerce. Perusahaan ini juga mencatat adanya peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada semester I-2020 lalu.

Transaksi tersebut ditopang oleh belanja barang-barang kebutuhan pokok. Beberapa diantaranya adalah makanan, pulsa/paket data, peralatan rumah tangga, produk kesehatan hingga kecantikan, dan juga produk penunjang hobi dan olahraga.

Manajemen Kredivo menilai, peran fintech di tengah pandemi ini cukup penting dalam upaya turut menjaga daya beli masyarakat.

“Fintech juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia dalam melakukan belanja secara online,” jelas General Manager Kredivo, Lily Suriani.

Salah satu pelaku e-commerce yang terjun ke dalam ekosistem bisnis pinjaman online ini adalah Tokopedia. E-commerce satu ini mulai masuk bisnis fintech peer to peer (P2P) lending melalui Dhanapala yakni sebuah P2P lending yang menyasar penggiat usaha di Indonesia, teruma usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Lewat Dhanapala, Tokopedia berharap bisa turut meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia secara menyeluruh. Hingga Maret 2020, Dhanapala telah menyalurkan pinjaman Rp 24,2 miliar. Mereka menyalurkannya kepada 4.777 peminjam dengan dana pinjaman berjalan Rp 23,8 miliar.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Tips Memiliki Mental Baja Agar Menjadi Pebisnis Sukses

Mengawali bisnis pasti ada saja tantangan dan kesulitan yang kamu alami. Terkadang rasanya ingin menyerah saja, tetapi tentunya tidak...

Sicepat Ekspres Berikan Bantuan Perahu Karet ke BPBD Kabupaten Bekasi Untuk Antisipasi Bencana Banjir

SiCepat Ekspres melalui kegiatan CSR SiCepat Peduli menyalurkan bantuan berupa perahu karet ke BPBD Kabupaten Bekasi pada hari Jumat, 8 Oktober...

PeduliLindungi kini dapat diakses melalui Chatbot WhatsApp

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dibuat pemerintah dengan tujuan membantu pelacakan dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Aplikasi ini memerlukan peran masyarakat...

Populer Artikel