Wednesday, October 5, 2022
31.9 C
Jakarta
More

    Menatap Bisnis Logistik Diantara E-Commerce Dan Pandemi

    Pandemi virus covid-19 yang hingga kini masih menjadi permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh Indonesia ini membawa berbagai perubahan, khususnya perilaku bisnis. Jika dulu, masyarakat sebagian besar melakukan aktivitas jual beli secara langsung atau offline dengan mendatangi pasar atau supermarket, kini kegiatan tersebut telah berlahir ke model online. Dimana, e-commerce menjadi platform yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan memanfaatkan berbagai layanan digital yang ada.

    Terjadinya migrasi dari ranah offline ke online ini tak hanya berdampak signifikan bagi industri e-commerce saja, tapi juga industri logistik dan pengiriman. Menggeliatnya bisnis e-commerce sata ini membuat industri logistik dan pengiriman ini menjadi tulang punggung dari aktivitas ini. Industri logistik bisa dibilang menjadi salah satu sektor yang justru mengalami kenaikan selama pandemi covid-19 ini melanda.

    Namun, banyak juga sektor bisnis lainnya yang mengalami pelemahan dan penurunan perekonomian. Penyebabnya tak lain adalah adanya pembatasan berbagai aktivitas fisik. Hal ini pun tak hanya dialami oleh Indonesia saja, namun juga di beberpaa negara lain yang juga terdampak covid-19.

    Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2020 di sejumlah negara mitra dagang Indonesia tumbuh negatif diantaranya Singapura (-2,2%), Uni Eropa (-2,7%), Cina (-6,8%), dan Hongkong mengalami penurunan sampai ke angka 8,9%. Beberapa negara lainnya masih tumbuh positif namun tetap menurun apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

    Saat beberapa bisnis melemah, industri e-commerce justru melaju bagai langit dengan adanya pembatasan aktivitas di tengah pandemi saat ini. Menurut data RedSeer yang dikutip dari Indotelko.com, pengguna layanan digital selama pandemi covid-19 didominasi oleh e-commerce yang meningkat sebanyak 69%.  Hal ini disebabkan karena sebagia besar masyarakat melakukan aktivitas dan kegiatannya di rumah, termasuk belanja kebutuhan pokok. Sehingga, platform e-commerce inilah yang menjadi pilihan agar kebutuhan tersebut bisa terpenuhi tanpa harus keluar rumah.

    Dalam era new normal saat ini pun, arus barang masih mengalami pergerakan yang deras. Dengan demikian, insutri logistik ini akan tetap diperlukan. Pemerintah pun menetapkan logistik sebagai salah satu sektor bisnis yang tetap boleh beroperasi selama masa pandemi. Hal ini menjadikan dunia logistik tetap berpeluang menatap model bisnis baru berbasis e-commerce ini.

    Salah staunya adalah Last Mile Delivery. Provider logistik harus besinergi dengan pelaku-pelaku e-commerce B2C untuk menyediakan layanan penyimpanan dan pengiriman langsung ke tangan konsumen. Jika pada awal-awal menggeliatnya e-commerce pengiriman barang hanya didominasi oleh jasa logistik kurir, kini jasa logistik 3PL berpeluang untuk memberikan solusi yang lebih baik dengan mengembangkan konektifitas platform manajemen pergudangan dan transport yang sudah terintegrasi B2B dengan platform rekanan penyedia e-commerce B2C.

    Inovasi lainnya juga muncul untuk lebih mempermudah para konsumen dalam melakukan aktivitas belanja online. Salah satunya dengan adanya metode pembayaran Cash On Delivery (COD) Hal ini tentu saja memberikan pilihan kepada masyarakat yang masih takut dengan transaksi online di e-commerce.

    Titis Wasilia
    Titis Wasilia
    Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.

    Latest news

    Related news

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here