Sunday, May 22, 2022
31.8 C
Jakarta
More
    HomeFashion and StylePerawatan Rambut Untuk Wanita Berhijab

    Perawatan Rambut Untuk Wanita Berhijab

    Perawatan rambut tidak hanya diperuntukkan untuk wanita yang tergerai rambutnya. Wanita berhijab juga tetap memerlukan perawatan rambut, meskipun rambut terlindungi dari paparan panas matahari dan asap polusi. 

    Rambut yang ditutupi kain sepanjang lebih rentan berkeringat. Hal ini meningkatkan produksi sebum (minyak) berlebih, sehingga memudahkan bakteri dan kuman menumpuk. 

    Buat kamu para wanita berhijab, tidak heran apabila beberapa dari kalian mengeluh kulit kepala terasa gatal dan mulai muncul ketombe. Simak cara khusus di bawah ini untuk merawat rambut bagi wanita berhijab agar terhindar dari kerusakan rambut!

    Photo by iStockPhoto

    Melepaskan hijab setelah sampai di rumah 

    Jika kamu melepaskan hijab dan ikatan pada rambut ketika sampai di rumah, maka kamu telah membiarkan rambut yang terbungkus kain selama memakai jilbab untuk beristirahat. Hal ini ditujukan untuk memberikan udara bagi rambut. 

    Menyisir rambut sebelum dicuci/keramas

    Sebelum keramas, sebaiknya kamu menyisir rambut terlebih dahulu. Pilih sisir yang bergerigi jarang dan lebar untuk meluruskan kembali rambut yang kusut. Langkah ini penting karena ikatan atau sanggulan saat memakai jilbab dapat menekan rambut. Menyisir rambut sebelum keramas juga dilakukan untuk mencegah rambut rontok, serta membantu merangsang sirkulasi darah ke kulit kepala yang membantu menumbuhkan rambut. 

    Gunakan sampo khusus sesuai dengan jenis rambut

    Wanita berhijab pada umumnya cenderung memiliki rambut berminyak dan lembab. Sebaiknya kamu pilih produk sampo dan kondisioner berbahan ringan, terutama untuk kulit kepala yang sensitif. Dengan sampo dan kondisioner berbahan ringan akan membantu mengurangi rambut gatal karena berhijab. 

    Perlu diingat, kamu disarankan untuk tidak mencuci rambut dengan sampo dan kondisioner setiap hari. Terlalu sering keramas dapat mengurangi minyak alami di kepala menjadi berkurang, sehingga membuat kulit kepala menjadi kering. Kulit kepala yang terlalu kering dapat berpotensi munculnya gatal-gatal. 

    Alycia Putri
    Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.

    Subscribe berita terbaru dari blog Sahabat SiCepat

    Stay Connected

    88,466FansLike
    41,800FollowersFollow
    54,500FollowersFollow
    31,300FollowersFollow

    Recent Comments