Tuesday, January 18, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sistem Bea Cukai Bakal Tersambung dengan Sistem e-Commerce, Apa Tujuannya?

Must Read

Titis Wasilia
Currently working as Corporate Communication Staff in SiCepat Ekspres. Still learning to deliver informations through writing in a good way.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Adanya perubahan kebijakan batas bea masuk impor untuk transaksi e-commerce membuat pemerintah memperketat pengawasan transaksi impor via e-commerce dengan menyambungkan langsung sistem komputasi kapabean dengan sistem yang dimiliki oleh e-commerce. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Dengan adanya penyambungan antara sistem kapabean dan e-commerce, data dari setiap transaksi impor yang terjadi di platform e-commerce bisa langsung diakses oleh Bea Cukai. Sistem ini tentu membuat proses transaksi menjadi lebih transparan dan menghindari praktik-praktik seperti perbedaan data antara transaksi sebenarnya dengan yang dideklarasikan di otoritas kepabeanan, atau pun ada praktik underinvoice (nilai barang yang dilaporkan lebih rendah).

Dilansir dari Kompas.com, Heru Pambudi menyampaikan, “Pemerintah melalui Kemenkeu akan melakukan komunikasi langsung kesisteman dengan platform market place yang menghubungkan sistem bea cukai dan marketplace yang bersangkutan. Dengan itu dialirkan data transaksi, jumlah, jenis, dan harga barangnya real time bisa dibaca Bea Cukai,”

Menurut Heru, adanya kasus perbedaan antara transaksi sebenarnya dengan nilai barang yang dideklarasikan ini memang kerap terjadi. Hal ini terntunya akan merugikan negara sebab penerimanaan negara menjadi lebih rendah.

Dengan adanya koneksi sistem secara langsung tersebut, maka kasus serupa akan jarang terjadi, dengan kata lain tidak mungkin ada perbedaan data antara transaksi yang sebenarnya. Sehingga metode ini akan mengindari adanya underinvoice.

Pihak Bea Cukai juga telah melakukan pilot project terkait program kerja sama sistem tersebut dengan beberapa e-commerce yang memberikan layanan crossborder seperti Lazada, Blibli, dan Bukalapak.

Setelah melakukan pilot project tersebut, diharapkan e-commerce lainnya bisa turut bergabung ke dalam program integrase sistem ini. Sebagai timbal baliknya, Heru mengatakan bahwa pemerintah bisa memberi intensif untuk perusahaan-perusahaan yang sistemnya sudah terhubung dengan Bea Cukai.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Tips Travel Hemat pakai Poin GRES

Halo, Sahabat Sicepat! Kamu seorang traveler dan suka mencari harga hemat untuk transportasi saat travel nanti? Sekarang kamu bisa...

Tempat Makan Hits di Kemang, Aesthetic a la Jaksel

Siapa yang tidak tahu Kemang? Salah satu wilayah di Jakarta Selatan ini sudah menjadi tolak ukur anak muda untuk...

Tanaman Hoki untuk Rumah Menurut Feng Shui

Pandemi Covid-19 semakin meningkatkan tren tanaman hias semakin meningkat. Aktivitas ini tentunya dilakukan masyarakat untuk dapat tetap beraktivitas meskipun...

Populer Artikel