Wednesday, October 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

E-commerce Indonesia Duduki Peringkat Pertama di Asia Tenggara

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

E-commerce di Indonesia naik menjadi 66% setelah pandemi COVID-19 berdasarkan hasil riset dari Bank DBS Indonesia. Hal tersebut terjadi lantaran dampak COVID-19 yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pembatasan aktivitas tersebut, membuat perilaku masyarakat menjadi lebih bergantung kepada hal digital. 

Hasil riset tersebut ditemukan setelah tim riset Bank DBS Indonesia melakukan survei kepada lebih dari 500 responden di Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan Sebagian kecil luar Pulau Jawa beberapa waktu lalu. Survei tersebut bertajuk ‘Indonesia Consumption Basket’. Berdasarkan survei tim riset Bank DBS Indonesia, sejak 2019 lalu sebanyak 90% pengguna internet Indonesia telah melakukan pembelian melalui e-commerce. Fakta tersebut menjadikan Indonesia sebagai peringkat pertama di Asia Tenggara sebagai pengguna e-commerce terbesar. 

Hasil survei juga menunjukkan, bahwa kegiatan belanja online naik sebanyak 14%, sementara belanja di pusat perbelanjaan turun secara signifikan menjadi 24% semenjak pandemi COVID-19 masuk ke Indonesia. Padahal, sebelum pandemi, sebanyak 72% responden survei memilih berbelanja di toko dibandingkan belanja online. 

Photo by Lukas (Pexels.com)

Beberapa responden yang memilih berbelanja melalui situs web perusahaan dan media sosial selama pandemi, naik menjadi 6% dan 3%. Dengan hal ini, perusahaan tidak dapat mengabaikan persaingan yang datang dari online. Survei yang dilakukan Bank DBS Indonesia ini juga menyarankan agar perusahaan mempercepat strategi omni-channel atau memulai kemitraan dengan platform e-commerce. 

Hal ini tentunya menguntungkan para perusahaan besar yang berjualan melalui e-commerce. Minat masyarakat yang berbelanja secara online juga mempengaruhi pertumbuhan UMKM dan pengusaha mikro. Membeli produk UMKM melalui e-commerce, tentunya dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga keberlangsungan ekonomi, serta menerapkan protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak. 

Melihat perkembangan e-commerce di Indonesia, pemerintah juga akan melakukan penguatan jaringan internet di seluruh pelosok Tanah Air. Dilansir dari pressrelease.kontan.co.id, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro pada pertemuannya di tahunan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi untuk pengguna internet di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan membuka kesempatan lapangan kerja baru. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tanpa HP Untuk Siswa Dan Lansia

Sekolah pada umumnya melarang siswa untuk membawa ponsel. Namun, saat ini kita sangat membutuhkan ponsel untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi...

Si Kecil Tidur Pulas dengan Kelambu NS Gallery

Tidur pulas pada anak atau bayi merupakan dambaan bagi setiap orang tua. Ketika si kecil tidur pulas, hal ini...

SiCepat Ekspres Menambah Kepemilikan Saham Di DMMX

PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat) kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Dengan ini, maka SiCepat...

Populer Artikel