Wednesday, September 22, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kontroversi Vaksin Nusantara

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Vaksin Nusantara merupakan vaksin yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menuai kontroversi. Vaksin ini dinilai tidak mengikuti kaidah saintifik pengujian vaksin seperti pada umumnya. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai tim peneliti vaksin Nusantara terlihat tidak memahami seutuhnya proses pengembangan vaksin tersebut karena sebagian besar penelitian dilakukan di Amerika Serikat. Sejumlah tahapan, salah satunya uji praklinis vaksin yang diujicobakan kepada hewan tidak dilakukan oleh peneliti vaksin Nusantara. 

Kontroversi semakin menjadi-jadi lantaran terjadinya efek samping yang tidak diinginkan. Melansir Kompas.com, sebanyak 71,4 persen relawan uji klinis vaksin Nusantara mengalami efek samping, seperti gatal, nyeri, hingga bertambahnya kadar kolesterol. Namun demikian, sejumlah politisi di DPR masih memberikan dukungan bahkan mendesak BPOM untuk memberikan izin kepada tim peneliti vaksin Nusantara untuk melanjutkan uji klinis ke fase kedua. Berikut sejumlah kontroversi vaksin Nusantara berdasarkan catatan Kompas.com. 

Tidak melalui tahap pra klinis

Photo by fernando zhiminaicela (Pixabay.com)

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, proses pembuatannya melompati proses yang telah disepakati. Seharusnya vaksin Nusantara melewati tahapan preclinic terlebih dahulu sebelum masuk uji klinik tahap I. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Indonesia Pasti Bisa Buka Sentra Vaksinasi 2.500 Dosis di Kota Semarang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka sentra vaksinasi di Mall Tentrem, Semarang pada 20-21 September...

Indonesia Pasti Bisa Salurkan Obat Remdesivir Ke dr. Gunawan

Indonesia Pasti Bisa mendapatkan donasi berupa obat Covid-19, yaitu Remdesivir dari salah satu donatur. Obat Covid-19 Remdesivir ini langsung...

SiCepat Ekspres Raih 2 Penghargaan Dalam Ajang OMNI Brands Award 2021.

SiCepat Ekspres berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang OMNI Brands Award 2021 yang diselenggarakan oleh Marketeers. SiCepat Ekspres...

Populer Artikel