Tuesday, September 28, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lakukan Hal Ini Setelah Isoman

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Isolasi mandiri (isoman) memang diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. WHO merekomendasikan, waktu isoman yang ideal adalah 10-14 hari atau sampai gejalanya sembuh.

Salah satu langkah yang harus diperhatikan adalah apa yang perlu dilakukan setelah isoman. Berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan jika telah menyelesaikan waktu isoman!

Ganti seprai tempat tidur

Tempat tidur merupakan tempat kamu istirahat selama sakit atau isoman. Mengganti seprai penting dilakukan agar tempat tidur kembali bersih dan bebas virus.

Ganti sikat gigi dan obat kumur antiseptik

Sikat gigi dikhawatirkan sebagai jalan masuk bakteri. Gelas obat kumur juga dapat menularkan virus karena bersentuhan langsung dengan mulut sebelum kamu sembuh dari Covid-19. Sehingga, segeralah ganti sikat gigi dan obat kumur agar kamu tidak kembali terinfeksi virus.

Semprot ruangan dengan disinfektan

Udara dari mana saja dapat masuk ke ruangan. Antisipasi dengan desinfektan agar udara ruangan lebih bersih.

Masukan sampah ke satu wadah terpisah

Sampah selama isoman seperti masker medis jangan dicampurkan dengan sampah yang lainnya. Hal ini dikhawatirkan virus dapat menular melalui udara dari sampah.

Jangan lakukan aktivitas berat

Jika kamu baru sembuh, jangan langsung melakukan aktivitas berat. Jangan paksakan tubuhmu untuk melakukan kegiatan seperti sebelum terpapar virus karena tubuhmu masih memerlukan adaptasi setelah istirahat dalam jangka panjang.

Setelah isoman, agar menambah kekebalan imun, kamu bisa mengonsumsi makanan-makanan penambah imunitas, seperti bawang putih, rutin minum teh, dan berjemur untuk mendapatkan vitamin D.

Berjemur memang dapat membantu pembentukan vitamin D di dalam tubuh. Namun, jika kamu tidak sempat atau sinar matahari sedang tidak muncul, kamu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, di antaranya:

Makanan laut: 100 gram ikan salmon dapat memenuhi 50 persen dari RDI (asupan harian yang diperlukan).

Jamur: jamur maitake 100 gram dapat menyediakan 300 persen RDI.

Kuning telur: satu butir kuning telur dapat memenuhi 10 persen dari RDI vitamin D.

Susu kedelai dan oatmeal: satu cangkir susu kedela 237 ml yang telah diolah mengandung 107-117 IU vitamin D. Sementara, 78 gram oatmeal dapat memberikan 54-136 IU vitamin D.

Suplemen: mengonsumsi vitamin D sebaiknya dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan vitamin D pada tubuh kamu.

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Meditasi Menenangkan Pikiran Untuk Pemula

Meditasi bisa dipelajari oleh setiap orang. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran dan merupakan kegiatan untuk melatih fokus pikiran agar...

Pengaruh Hipertensi Terhadap Vaksin Covid-19

Hipertensi menjadi salah satu kondisi yang harus diperhatikan oleh seseorang yang hendak melakukan vaksinasi Covid-19. Bagi pengidap penyakit hipertensi,...

Hati-hati Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi atau high heels memiliki beragam model yang menarik. Sepatu hak tinggi dipercaya dapat memberikan kesan yang...

Populer Artikel