Saturday, September 25, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rombongan Komunitas Motor Ditindak Paspampres

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rombongan komunitas motor gede (moge) ditindak oleh Paspampres saat berkendara di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, pada hari Minggu, 21 Februari 2021 lalu. Hal ini dibenarkan oleh Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang. Ia mengatakan sejumlah pengendara itu terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas Paspampres karena menerobos jalan yang ditutup. 

Pada saat itu, sejumlah petugas Paspampres sedang melaksanakan pengamanan instalasi di kantor Wakil Presiden. Maka dari itu, jalan Veteran III yang biasanya dibuka untuk umum sedang ditutup untuk sementara. Petugas juga sudah memasang rambu pembatas jalan sebagai tanda, bahwa jalanan sedang ditutup. 

Kejadian itu berlangsung ketika secara tiba-tiba rombongan komunitas motor itu melintas dengan kecepatan tinggi, serta suara knalpot yang berisik. Kemudian, para pengendara motor tersebut langsung dilumpuhkan oleh petugas dengan menendangnya sesuai prosedur yang ditetapkan. 

Melansir kompas.com, Letkol Inf Wisnu Herlambang menyatakan, bahwa tindakan tersebut masuk kategori bahaya tidak langsung dan sikap kewaspadaan anggota yang sudah terlatih. Tindakan anggota Paspampres sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang terdapat dalam surat keputusan Panglima TNI. 

Photo by Pixabay.com

Dari kejadian ini, media sosial dihebohkan dengan video yang menunjukkan seorang pengendara moge diserang oleh Paspampres. Terlihat salah satu petugas menggenggam pistol dan menendang salah satu motor pengendara. Menurut Wisnu yang dilansir dari kompas.com, “tindakan tersebut masih manusiawi, kalau menerobos, sebenarnya bisa ditembak karena anggota dilengkapi dengan senjata,” tegasnya. 

Setelah kejadian dan viralnya video yang beredar di media sosial, pengendara moge tersebut meminta maaf kepada Paspampres. Permintaan maaf disampaikan langsung saat mereka berkunjung ke Markas Korps Paspampres di Jakarta, pada Senin, 1 Maret 2021. Permintaan maaf ini disampaikan oleh salah satu perwakilan pengendara moge, Halid Darmawan. 

Halid membenarkan bahwa ia dan rekan-rekannya adalah pengendara motor yang menerobos Jalan Veteran III pada saat itu. Selaku road captain ia mengakui bahwa pada saat itu ia lalai dalam berkendara. Ia juga mengaku tidak ada niat untuk merusak citra baik Paspampres di mata publik. Tidak hanya kepada Paspampres, ia juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena membuat kegaduhan dari video viral tersebut. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Cara Mengetahui Resi Palsu

Belanja online di marketplace kini menjadi kebiasaan masyarakat. Segala kebutuhan bisa kamu temukan di marketplace tanpa perlu keluar rumah,...

Vaksinasi Indonesia Pasti Bisa di Kota Tangerang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa membuka sentra vaksinasi di Rawa Kucing, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Sentra vaksinasi ini...

Batasi Olahraga Saat Alami Covid-19

Olahraga adalah kegiatan yang baik dilakukan untuk menjaga stamina tubuh. Tetapi, ketika kamu didiagnosa Covid-19, sebaiknya jangan asal melakukan...

Populer Artikel