Wednesday, September 22, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Satu Hari Menjadi Tukang Bangunan

Must Read

Alycia Putri
Currently working as Corporate Communication Staff at SiCepat Ekspres Indonesia. As a junior Content Writer, I still learn a lot about how to convey messages through writing to be easily understood by readers and still find out about writing and various vocabulary so the articles are not monotonous.
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tukang bangunan adalah orang yang sangat berperan penting dalam membangun sebuah rumah, gedung, dan proyek bangunan lainnya. Pekerjaannya pun berat, tidak hanya mengangkat bahan dan alat bangunan yang berat saja, tetapi juga diperlukan sikap hati-hati ketika harus melakukan pekerjaan di tempat yang tinggi atau rawan kecelakaan. 

Beberapa sindiran masyarakat kepada tukang bangunan yang katanya “bengong-bengong doang, tidak kerja!” cukup menyakitkan hati para tukang bangunan yang benar-benar bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, salah satunya Ngatno. 

Ngatno sudah hampir 20 tahun menjalani profesinya sebagai tukang bangunan. Kini, ia sedang mengerjakan proyek perumahan seluas 5 hektar, dan sudah hampir 400 rumah selesai dibangun. “Saya hanya lulusan SD, kalau ada panggilan ya saya kerja, kalau tidak ya saya menganggur,” ungkap Ngatno. 

Program YouTube SiCepat Satu Hari Menjadi kali ini akan menantang Park Seo Joon KW alis Abibayu untuk menjadi tukang bangunan. Seorang konten kreator, entrepreneur, dan konsultan yang biasa kamu lihat di TikTok ini, sekarang ia mencoba profesi baru, yakni menjadi tukang bangunan. 

Pertama, Abi mencoba untuk menghancurkan batu dengan palu, namun tidak berhasil. “Saya kira gampang, ternyata susah, dan pelru menggunakan teknik yang benar,” ujar Abi. Padahal, sebelumnya, Ngatno sudah menjelaskan untuk memukul ujung-ujung batu agar batu lebih mudah pecah. 

Kemudian, saat belajar memasang bata ringan, Abi malah membuat bata ringan yang dibawanya terjatuh hingga terbelah. Ia pun takut kalau bata-bata tersebut tidak bisa digunakan lagi. “Saya suruh dia bawa dua saja, dia malah bawa lima, ya tidak kuat,” tutur Ngatno. Beruntung bata-bata ringan tersebut masih bisa digunakan sehingga tidak sia-sia. 

Abi pun kelelahan ketika ia belajar cat dasar rumah. Kegiatan cat yang selama ini dikira mudah, ternyata sulit dan melelahkan, serta memerlukan teknik. “Ngecat itu tidak sembarangan. Pak Ngatno mengajarkan saya, ngecat harus dari bawah ke atas, jangan belepotan, harus rata agar rapi dan benar,” cerita Abi. 

Melalui pengalaman barunya ini, Abi tersadar bahwa bekerja sebagai tukang bangunan tidaklah mudah. Tidak hanya teknik yang diperlukan untuk setiap pekerjaannya, namun juga energi yang banyak agar kuat seharian menjalani pekerjaan. 

“Untuk teman-teman tukang bangunan, kalian sudah seperti Superman! Luar biasa banget. Kalian adalah manusia super!” ungkap Abi. 

spot_imgspot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Indonesia Pasti Bisa Buka Sentra Vaksinasi 2.500 Dosis di Kota Semarang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka sentra vaksinasi di Mall Tentrem, Semarang pada 20-21 September...

Indonesia Pasti Bisa Salurkan Obat Remdesivir Ke dr. Gunawan

Indonesia Pasti Bisa mendapatkan donasi berupa obat Covid-19, yaitu Remdesivir dari salah satu donatur. Obat Covid-19 Remdesivir ini langsung...

SiCepat Ekspres Raih 2 Penghargaan Dalam Ajang OMNI Brands Award 2021.

SiCepat Ekspres berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang OMNI Brands Award 2021 yang diselenggarakan oleh Marketeers. SiCepat Ekspres...

Populer Artikel